ADVERTISEMENT

Banyak Utang ke Pinjol Tak Mau Dibayar, Asosiasi: Bisa Diproses Hukum!

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 24 Jul 2022 17:30 WIB
Ilustrasi THR
Foto: shutterstock
Jakarta -

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) meminta itikad baik dari debitur untuk melunasi setiap pinjaman yang telah dilakukan di pinjaman online (pinjol). Untuk menghindari gagal bayar, diimbau agar meminjam sesuai kemampuan.

Direktur Eksekutif AFPI Kusersyansyah mengatakan pada dasarnya peminjam di fintech peer to peer (P2P) lending alias pinjol kebanyakan baik, tercermin dari TKB90 sebagai ukuran Tingkat Keberhasilan Bayar (TKB) di atas 97,5%. Gagal bayar mulai terjadi saat di tengah jalan.

"Di tengah jalan dalam proses pinjam-meminjam itu ada sebagian kecil yang faktanya mengalami keterlambatan dalam membayar. Faktanya tetap ada saja yang menjadi terlambat bahkan pembayarannya macet," kata Sunu kepada detikcom, Minggu (24/7/2022).

Organisasi yang menaungi pinjol resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu menyebut umumnya ada dua akar penyebab debitur gagal bayar utang pinjol. Pertama, dari awal terdapat indikasi kesengajaan untuk mengemplang atau melakukan kecurangan dengan tidak mau membayar.

Untuk alasan ini, kata Kus, pihaknya akan terus melakukan berbagai upaya etis dan legal agar yang bersangkutan tetap membayar. Awalnya tentu dilakukan penagihan secara persuasif.

"Termasuk menempuh jalur hukum. Kalau mereka yang fraud tergantung dengan pelanggarannya bisa saja diproses hukum, misalnya ada pemalsuan dokumen," jelasnya.

Alasan kedua yang membuat debitur terkendala bayar utang pinjol umumnya kerena bisnis menurun atau bangkrut. Hal itu menyebabkan sumber penghasilan pekerjaan jadi menghilang atau berkurang.

Dengan alasan ini, debitur bisa mengajukan keringanan kepada pinjol dengan memberi tahu kapan waktunya bisa membayar. Dengan begitu dapat memperbaiki rekam jejak pada layanan pinjaman keuangan.

"Ada dibuka jalur restrukturisasi yang akan diproses secara ketat karena jangan sampai terjadi moral hazard, ada yang memanfaatkan tanpa hak," bebernya.

Untuk mencegah gagal bayar di tengah jalan, penyelenggara pinjol terus memperkuat dari sisi Electronic Know Your Customer (e-KYC) yang diselenggarakan secara internal maupun kerja sama dengan pihak ketiga. Hal sama dilakukan juga untuk menganalisa kelayakan pinjaman.



Simak Video "Fenomena Kredit macet Pinjol, SWI: Ya Harus Bayar!"
[Gambas:Video 20detik]
(aid/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT