Kantor Indodax Digeruduk Pendemo, Ada Apa?

ADVERTISEMENT

Kantor Indodax Digeruduk Pendemo, Ada Apa?

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Senin, 01 Agu 2022 18:05 WIB
Kantor Indodax Didemo
Foto: LPM
Jakarta -

Kantor Indodax didemo oleh Lingkar Pemuda Madani (LPM). Aksi unjuk rasa ini dilakukan lantaran dugaan pelanggaran terhadap aturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) yang dilakukan perusahaan itu.

Demo dilakukan di depan kantornya yang berlokasi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Senin (01/08/20220) siang pukul 11.00 WIB. Dalam orasinya, para pendemo meminta pertanggungjawaban CEO Indodax, Oscar Darmawan mengenai permasalahan kepemilikan token developer Kunci atau KunciCoin.

"Begini bahwa teman-teman itu permasalahkan kepemilikan token oleh developer Kunci yang mana itu melanggar peraturan Bappebti. Bappebti itu hanya boleh kepemilikan itu sekitar 30 persen untuk developer. Nah dia memiliki 99 persen kepemilikan, nah itu melanggar kepemilikan Bappebti," ujar Koordinator LPM, Ade Andriansa dilansir melalui keterangannya, Senin (01/08/2022).

Tidak hanya itu, ia menambahkan, masyarakat sangat dirugikan karena hal tersebut. Tindakan perusahaan platform jual beli aset digital itu dianggap membohongi publik.

"Di sini kita meminta Indodax agar segera men-delisting daripada token Kunci itu, kedua kita mendesak Bappebti dan Kementerian Perdagangan untuk menegur Pak Oscar itu agar jangan sembarangan hanya gara-gara persoalan bisnis kemudian menabrak aturan mainnya," tutur Ade.

Ade mengatakan, pihaknya belum mendata nilai kerugian yang dialami masyarakat. Lebih lanjut, dirinya mencurigai adanya manipulasi pada holder-holder atau pemegang token Kunci itu.

"Kalau kuantitas kita belum mendata itu nilai kerugiannya berapa tapi yang pasti kalau kita lihat dari BSC Scan itu kan dia memanipulasi holder-holder itu kan, biar seolah-olah ini token Kunci banyak holdernya. Padahal itu ditransfer sendiri oleh developernya transfer," Ade menjelaskan.

"Artinya gini, dia yang transfer, dia juga yang seolah-olah menambah holdernya. Holder itu pemegang Kunci-nya padahal di blockchain itu kan terbuka banget ya, publik bisa melihat. Nah kalau di tracking di BSC scan-nya itu, itu kelihatan seperti ada di statement kita itu," tandasnya.

Saksikan juga program Blak-Blakan episode: Kala Eks Panglima Obrak-abrik Sarang Mafia Tanah

[Gambas:Video 20detik]



(das/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT