Ssstt.. Ada Platform Kripto yang Diduga Pakai Skema Ponzi Nih

ADVERTISEMENT

Ssstt.. Ada Platform Kripto yang Diduga Pakai Skema Ponzi Nih

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 02 Agu 2022 09:00 WIB
Ilustrasi Jual Beli Kripto
Ilustrasi/Foto: Dok. Shutterstock
Jakarta -

Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (Securities and Exchange Commission/SEC) pada hari Senin mengajukan gugatan perdata kepada 11 orang untuk tuduhan menciptakan dan mempromosikan instrumen investasi dengan skema ponzi. Investasi yang ditawarkan berbentuk aset kripto.

Dilansir dari CNBC, Selasa (2/8/2022), instrumen investasi yang bermasalah ini diduga telah mengumpulkan dan mencurangi dana hingga senilai US$ 300 juta atau sekitar Rp 4,4 triliun (kurs Rp 14.800) dari investornya. Nama instrumen investasi itu adalah Forsage.

Forsage, diklaim sebagai platform kontrak pintar terdesentralisasi. Forsage memungkinkan jutaan investor ritel untuk melakukan investasi yang beroperasi di blockchain ethereum, tron, dan binance.

Namun SEC menuduh selama lebih dari dua tahun, Forsage telah melakukan investasi dengan fungsi seperti skema piramida ponzi. Lewat skema itu, investor baru akan memperoleh keuntungan jika mengajak orang lain ikut melakukan investasi.

"Forsage adalah skema Ponzi. Di mana Forsage secara agresif mempromosikan kontrak pintarnya melalui promosi online dan platform investasi baru, sementara tidak menjual produk aktual apa pun yang dapat dikonsumsi. Cara utama bagi investor untuk menghasilkan uang dari Forsage adalah dengan merekrut orang lain ke dalam skema," kata SEC dalam gugatan resminya.

Dalam sebuah pernyataan, SEC menambahkan Forsage mengoperasikan struktur Ponzi yang khas, di mana ia diduga menggunakan aset dari investor baru untuk membayar yang sebelumnya.

"Seperti yang dituduhkan oleh pengaduan, Forsage adalah skema piramida penipuan yang diluncurkan dalam skala besar dan dipasarkan secara agresif kepada investor," kata Carolyn Welshhans, penjabat kepala Unit Aset dan Cyber Crypto SEC.

"Penipu tidak akan dapat menghindari undang-undang sekuritas federal dengan memfokuskan skema mereka pada kontrak pintar dan blockchain," lanjutnya.

Setidaknya ada 4 dari 11 orang yang didakwa oleh SEC merupakan pendiri Forsage. Keberadaan mereka saat ini tidak diketahui. Namun, konon katanya mereka terakhir diketahui tinggal di Rusia, Republik Georgia, bahkan di Indonesia.

SEC juga telah mendakwa tiga promotor yang berbasis di AS yang mendukung Forsage di platform media sosial mereka.

Adapun, Forsage diluncurkan pada Januari 2020. Namun, kehadirannya memang banyak jadi masalah di berbagai negara. Beberapa regulator keuangan di banyak negara telah mencoba menghentikan operasi Forsage.

Tindakan penghentian yang diajukan terhadap Forsage pertama kali dilakukan pada September 2020 oleh Komisi Sekuritas dan Bursa Filipina. Kemudian, pada Maret 2021 tindakan serupa dilakukan oleh komisaris sekuritas dan asuransi Montana.

Meskipun banyak ditekan regulator, saat ini Forsage diduga terus mempromosikan investasinya sambil menyangkal klaim skema ponzi di beberapa video YouTube.

(hal/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT