ADVERTISEMENT

Siap-siap Amysong! Harga Bitcoin Diprediksi Bakal Jatuh ke Level Terendah

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 26 Agu 2022 13:32 WIB
Survei: Setengah Pemilik Baru Kripto Pemain Baru, Terbanyak dari Brasil dan Indonesia
Foto: DW (News)
Jakarta -

Harga aset kripto diprediksi akan mencapai harga terendah. Dalam beberapa bulan terakhir pasar kripto telah menghapus hampir US$ 2 triliun atau setara Rp 29.640 triliun (kurs Rp 14.820).

Investor telah mencari titik terendah untuk Bitcoin sejak kripto kehilangan lebih dari 60% nilai tertingginya yang hampir US$ 69.000 pada November 2021.

Dilansir dari CNBC, Jumat (26/8/2022), aktivitas penambang Bitcoin disebut dapat memberi investor petunjuk ke mana arah mata uang digital tersebut selanjutnya.

Selama kemerosotan pasar, harga Bitcoin yang tertekan dapat membuat banyak penambang tidak menguntungkan untuk melanjutkan operasi. Mereka kemudian menjual beberapa Bitcoin agar tetap bertahan, sambil mematikan rig penambangan untuk menghemat uang.

Bukti bahwa para penambang mematikan mesin mereka terlihat dari tingkat hash yang mengalami penurunan. Sejak pertengahan Mei 2022 ketika pasar mulai menjual, tingkat hash rata-rata 30 hari turun lebih dari 7% dan pada satu titik turun 10%.

Tingkat hash digunakan oleh investor kripto untuk mencoba mencari tahu kapan pasar akan turun. Pasalnya kapitulasi dan guncangan para penambang sering dikaitkan dengan tahap akhir siklus Bitcoin.

"Secara historis, kapitulasi di pasar pertambangan cenderung sangat sesuai dengan dasar pasar secara keseluruhan," kata Analis Aset Digital di CoinShares, Matthew Kimmell.

Dilansir dari CoinMarketCap, pukul 13.00 WIB harga Bitcoin terpantau melemah 0,75% ke level US$ 21.413,19. Harga Ethereum (ETH) juga melemah 1% menjadi US$ 1,662,65, dan Tether menguat 0,01% menjadi US$ 1,00.



Simak Video "Walau Alami Penurunan, Developer yakin Harga Kripto Akan Tetap Bullish"
[Gambas:Video 20detik]
(aid/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT