ADVERTISEMENT

Startup Kripto RI Disuntik Rp 163 M, Angkat Suami Maudy Ayunda Jadi Bos

Ilyas Fadhillah - detikFinance
Kamis, 15 Sep 2022 10:07 WIB
AS Sita $3.6 Miliar Mata Uang Kripto Terkait Peretasan
Foto: DW (News)
Jakarta -

Platform pertukaran dan pasar kripto yang berbasis di Indonesia, Reku memperoleh pendanaan seri A senilai US$ 11 juta atau Rp 163,90 miliar (kurs Rp 14.900). Pendanaan ini dipimpin oleh AC Ventures (ACV), dengan partisipasi dari Coinbase Ventures dan Skystar Capital.

Startup yang telah berdiri lebih dari lima tahun ini akan menggunakan dana segar tersebut untuk menambah jumlah tim mereka. Reku berencana menambah 50 anggota tim baru sehingga menjadi 80 orang. Termasuk mengangkat suami Maudy Ayunda, Jesse Choi menjadi Chief Operating Officer.

Reku juga berencana meluncurkan inovasi baru untuk mengatasi masalah terbesar para investor crypto Indonesia, baik untuk trader berpengalaman maupun pemula.

Dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/9/2022), meskipun putaran ini merupakan penggalangan dana institusional pertamanya, Reku menghasilkan nilai transaksi bruto senilai US$ 3 miliar pada 2021.

Platform ini dibangun sepenuhnya secara in-house, dan telah disempurnakan dalam lima tahun terakhir dengan mempertimbangkan keamanan dan ketentuan maksimum, serta telah berkembang secara eksklusif dari mulut ke mulut.

Reku mengklaim hanya menyediakan token yang bereputasi baik kepada para pengguna yang berarti token harus sangat kredibel dan memiliki likuiditas yang cukup untuk memberikan lapisan keamanan ekstra kepada pengguna.

Dengan perjalanan Reku selama beberapa tahun, tim pendiri telah diuntungkan dengan pengalaman seputar ekspansi dan resesi ekonomi.

Reku mampu mengamati bagaimana pengguna kripto Indonesia berperilaku baik selama masa bullish dan bearish. Pengetahuan tentang siklus ini memungkinkan Reku untuk membangun platform yang telah teruji hingga dapat dengan cepat meningkatkan dan menanggung sentimen pasar apa pun.

Tim pendiri Reku berasal dari industri perdagangan berjangka dan berpengalaman lebih dari 15 tahun menangani instrumen keuangan yang kompleks. Sebelum meluncurkan Reku, Co-founder dan CEO Sumardi Fung, bersama Chief Compliance Officer Robby, bekerja di bidang perdagangan berjangka sejak 2005 sampai 2017.

"Bukan rahasia lagi jika mata uang kripto telah melonjak di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun terdapat beberapa kemunduran ekonomi makro, seperti pandemi dan resesi 2022, permintaan lokal tetap tangguh," ujar Sumardi.

Sementara itu Pendiri dan Managing Partner AC Ventures Michael Soerijadji mengatakan antusiasmenya terkait investasi ini.

"kami sangat antusias untuk memimpin investasi ini ke Reku. Dengan pengalaman pengguna yang intuitif, biaya terendah di pasar, dan tim kepemimpinan yang hebat, kami yakin Reku akan memperkuat kepemimpinannya dalam industri mata uang kripto yang dinamis di Indonesia," pungkasnya.



Simak Video "Bappebti Setop Terbitkan Izin Baru Exchange Kripto di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT