Bisnis Reza Paten Izinnya Jualan E-book, Malah Nawarin Investasi Robot

ADVERTISEMENT

Bisnis Reza Paten Izinnya Jualan E-book, Malah Nawarin Investasi Robot

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 06 Nov 2022 14:30 WIB
Crazy rich Surabaya, Reza Paten
Foto: Instagram @rezapaten89
Jakarta -

Bareskrim Polri telah menetapkan Reza Shahrani alias Reza Paten sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan robot trading Net89. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pun telah membekukan rekening milik Reza senilai Rp 1 triliun lebih.

Rekening yang berjumlah triliunan itu berasal dari 150 rekening milik Reza Paten dari 25 bank berbeda.

Dalam perkara ini Reza Paten terseret sebagai pemilik dari robot trading Net89. Ternyata bisnisnya yang diduga merugikan banyak investor itu pernah menyimpang dari izinya.

Hal itu pernah diungkapkan oleh Ketua SWI Tongam L Tobing. Dia mengatakan izin Net89 ialah penjualan e-book. Namun, Net89 diduga melakukan penawaran investasi dengan modus robot trading.

"Izinnya penjualan e-book, namun diduga melakukan penawaran investasi dengan modus robot trading," katanya.

Net89 sendiri merupakan platform besutan PT Simbiotik Multitalenta Indonesia. Dikutip dari laman perusahaan, PT Simbiotik Multitalenta Indonesia (SMI) adalah perusahaan penjualan langsung murni yang hanya menjual produk berupa e-book dan software Expert Advisor (EA) Creator.

Perusahaan mengklaim tidak menjual produk investasi dan software robot investasi di Indonesia. Namun ternyata pernyataan itu setelah perusahaan ditegur oleh SWI.

Kuasa hukum para korban Net89 sebagai pelapor, M Zainul Arifin menceritakan pengalaman kliennya hingga akhirnya menjadi korban. Adapun total klienya mencapai 230 orang dengan nilai kerugian secara total mencapai Rp 28 miliar.

Menurut penjelasannya SMI mulai berdiri sejak 2018, dan saat itu perusahaan masih menawarkan investasi dengan teknologi robot trading, yang tentu menyalahi izin perusahaan. Bahkan memasuki tahun-tahun pandemi COVID-19 nama Net89 pun semakin tenar sebagai perusahaan yang menawarkan investasi.

"Mulai berdiri PT SMI kisaran 2018 mulai booming tahun 2020 sampai Januari 2022 pada masa-masa pandemi COVID-19 banyak masyarakat yang menggunakan keuangannya untuk berbisnis trading termasuk para korban kita," tuturnya kepada detikcom.

Menurut Zainul, Net89 saat itu menawarkan paket investasi robot trading dengan potensi keuntungan sekitar 1% per hari, atau 20% per bulan, hingga 200% per tahun.

Meski akhirnya memakan korban, ternyata para nasabah sempat menikmati keuntungan dari investasinya di robot trading Net89.

"Iya pernah memberikan keuntungan bagi orang-orang yang investasi sejak awal tahun 2019 sampai dengan November 2021. Tapi menjelang awal 2022 yang baru join member tidak dapat keuntungan sesuai janji-janji yang ditawarkan ke para member," tambahnya.

Menurut Zainul sejak Januari 2022 para member sudah tidak bisa lagi menarik keuntungan dan modalnya. Salah satu alasan dari SMI adalah melakukan penyesuaian bisnis mengikuti anjuran pemerintah.

Seperti tertera dalam situs PT SMI saat ini, perusahaan menegaskan hanya menjual e-book yang berfungsi agar pembeli bisa belajar membuat expert advisor (EA) sendiri. Produk kedua adalah Net89 EA Creator, sebuah builder untuk metatrader 4/5.

Nah menurut Zainul kedua produk itu pun mencurigakan. Sebab menurutnya dijual dengan skema ponzi.

(das/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT