Raja Kripto Hong Kong Meninggal di Usia Muda

ADVERTISEMENT

Raja Kripto Hong Kong Meninggal di Usia Muda

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 29 Nov 2022 19:30 WIB
Awal tahun ini, perusahaan miliknya sudah menorehkan valuasi USD 3 miliar (Rp 47,1 triliun) dengan pendanaan USD 200 juta (Rp 3,1 triliun). Ini dikarenakan peranan TT dalam memimpin dikatakan sangat bagus, ditambah rasa ingin kolaborasi dan menolong sesama baik individual atau antar startup.
Foto: Amber Group
Jakarta -

Pendiri perusahaan kripto terbesar di Hong Kong Tiantian Kullander meninggal dunia di usia 30 tahun.

Dikutip dari scmp.com disebutkan Kullander meninggal saat tertidur pada 23 November 2022. Perusahaannya Amber Group mengonfirmasi kepergian Kullander atau yang akrab disapa TT ini.

Pernyataan resmi perusahaan menjelaskan TT merupakan sosok yang mencurahkan segenap hati dan jiwanya untuk perusahaan.

TT disebut sebagai pemimpin yang mampu menaungi para pegawainya. Kecerdasan, murah dan rendah hati, tekun dan kreatif adalah sikap yang dimiliki oleh TT.

Selain itu TT merupakan pemimpin yang memiliki pemikiran luas terutama untuk industri kripto. Dia juga disebut sebagai orang yang bisa bekerja sama dan selalu membantu banyak orang lain untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan.

Dikutip dari Forbes Kullander pernah masuk dalam daftar Forbes 30 under 30 pada 2019.

Amber Group berbasis di Singapura dan memiliki jaringan di Athena, Jenewa, Dubai, Hong Kong, Istanbul, London, Mexico City, Taipei, Tokyo, Vancouver dan Zurich.

Kullander dulunya merupakan salah satu mantan trader di Morgan Stanley dan Goldman Sachs. Dia mendirikan Amber Group pada 2017 dan menjadikan perusahaan bernilai US$ 3 miliar.

(kil/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT