Jumlah Investor Kripto Lampaui Saham, Pemerintah Diminta Perketat Izin

ADVERTISEMENT

Jumlah Investor Kripto Lampaui Saham, Pemerintah Diminta Perketat Izin

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 17 Nov 2022 12:31 WIB
Ilustrasi Kripto
Ilustrasi/Foto: Shutterstock
Jakarta -

Pemerintah diminta tidak tinggal diam menghadapi fenomena kenaikan investor kripto di Indonesia. Seperti diketahui, jumlah investor kripto terus membludak, bahkan jumlahnya sudah jauh melebihi investor di pasar modal.

Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menyatakan pemerintah harus lebih serius terjun mengawasi perdagangan aset kripto. Pengetatan perizinan dan pembentukan bursa khusus kripto harus segera dilakukan untuk memberikan kepastian regulasi terhadap investor kripto.

"Pemerintah perlu melakukan pengetatan perizinan terhadap penerbitan aset kripto dan juga pembentukan bursa," ungkap Bhima kepada detikcom, Kamis (17/11/2022).

Dalam konteks pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (RUU PPSK), Bhima mengusulkan agar perdagangan aset kripto tetap dianggap sebagai perdagangan komoditas yang diatur oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan.

Daripada memberikan mandat baru kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk ikut mengatur aset kripto, Bhima menilai pemerintah lebih baik memperkuat fungsi Bappebti.

"Aset kripto baiknya ditetapkan di bawah komoditas bukan sebagai currency atau alat tukar. Maka dari itu aset kripto idealnya di bawah pengawasan Bappebti saja tidak OJK, cuma Bappebti mesti perkuat pengawasan pengaduan dan juga edukasi," ujar Bhima.

Bhima juga menilai pemerintah harus membentuk standardisasi dan pengawasan terkait infrastruktur perdagangan aset kripto, sehingga tidak menimbulkan kegagalan sistem. Terakhir, literasi keuangan soal investasi dan perdagangan aset kripto harus ikut dilakukan pemerintah. Apalagi mengingat kripto juga tergolong merupakan instrumen investasi baru.

Analis DCFX Futures, Lukman Leong menambahkan pengawasan dan pemantauan perdagangan kripto mesti diperkuat oleh pemerintah. Apalagi belakangan ini sedang muncul banyak sentimen negatif bagi industri kripto.

Pemerintah diminta untuk tidak diam saja menanggapi fenomena membludaknya praktik investasi dan perdagangan aset kripto di Indonesia.

"Pemerintah mesti lebih aktif memantau perdagangan kripto, karena bisnis kripto belakangan ini diterpa sentimen negatif dengan tahun ini terjadi penurunan besar pada nilai kripto dan kebangkrutan pemain besar seperti Celcius, 3AC, Terra, dan yang baru-baru ini FTX dan Alameda," ujar Lukman ketika dihubungi detikcom.

Lihat juga Video: Proyeksi CEO Asix + Soal Stabilitas Kripto Tahun Depan

[Gambas:Video 20detik]




(hal/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT