Waspada! Ada Penipuan Baru Berkedok Bantu Lunasi Gagal Bayar Pinjol

ADVERTISEMENT

Waspada! Ada Penipuan Baru Berkedok Bantu Lunasi Gagal Bayar Pinjol

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 19 Des 2022 15:20 WIB
Ilustrasi pinjol
Ilustrasi/Foto: Shutterstock
Jakarta -

Ramai di media sosial terkait pelunasan galbay alias gagal bayar pinjaman online (pinjol). Namun, ini merupakan modus penipuan baru yang harus diwaspadai.

Dari penelusuran detikcom, Senin (19/12/2022), ada salah satu akun Instagram yang menawarkan pelunasan galbay pinjol. Dari akun ini, kemudian diarahkan ke Telegram untuk mendapatkan informasi berikutnya.

Pada channel tersebut terlihat banyak testimoni dari orang-orang yang disebut sudah menggunakan jasa joki galbay. detikcom coba menghubungi mereka.

Setelah itu diminta untuk mengajukan proses pengajuan pinjol ilegal dan tagihan tidak perlu dibayarkan. Hal ini karena mereka menyebut menggunakan data palsu, jadi tidak ada istilah teror dari debt collector.

Paket yang ditawarkan mulai dari paket 1 dengan biaya Rp 1,5 juta dan jaminan uang yang bisa cair Rp 10 juta. Lalu ada paket 2 dengan biaya Rp 2,1 juta dengan jaminan uang yang cair Rp 25 juta.

Selanjutnya ada paket 3 dengan biaya Rp 3,5 juta dengan jaminan uang cair Rp 30-50 juta. Ada juga paket 4 dengan harga Rp 4,1 juta dengan jaminan uang yang cair Rp 60-70 juta.

Kemudian ada paket 5 yaitu paket VIP dengan tarif Rp 6,2 juta dengan jaminan uang yang cair Rp 80-110 juta. Terakhir ada paket VVIP dengan harga Rp 9,7 juta dengan jaminan cair Rp 120-170 juta.

Mereka juga meminta pembayaran minimum 50% dari harga paket baru bisa diproses dengan proses 2-3 jam. Ada juga garansi dana refund apabila gagal cair.

"Dipastikan data aman, karena data kami yang siapkan anda tinggal tunggu dana saja atau terima bersih," tulisnya, dikutip Senin.

Diduga Penipuan

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing meminta masyarakat tidak tergiur tawaran ini. "Kegiatan ini ilegal. Masyarakat diminta tidak ikut kegiatan ini. Jangan klik link tersebut karena sangat berbahaya, data pribadi anda bisa diambil semua," katanya kepada detikcom.

Saat ditanya apakah hal tersebut terindikasi penipuan, Tongam mengamininya. "Benar (penipuan), agar masyarakat tidak ikut," tambahnya.



Simak Video "Fenomena Kredit macet Pinjol, SWI: Ya Harus Bayar!"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT