Putusan Kasus Indra Kenz Cs Tak Memuaskan, SWI Sarankan Hal Ini

ADVERTISEMENT

Putusan Kasus Indra Kenz Cs Tak Memuaskan, SWI Sarankan Hal Ini

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 19 Des 2022 20:30 WIB
Ilustrasi  Indra Kesuma alias Indra Kenz.
Ilustrasi/Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Satgas Waspada Investasi (SWI) bicara soal putusan pengadilan kasus penipuan investasi oleh afiliator Indra Kenz dan Doni Salmanan. SWI menyoroti ketidakpuasan yang muncul di tengah masyarakat, khususnya para korban investasi bodong yang ditawarkan Indra Kenz dan Doni Salmanan.

Ketua SWI Tongam L. Tobing mengatakan dirinya memang banyak mendapatkan laporan soal ketidakpuasan masyarakat soal putusan pengadilan. Namun, menurutnya meski tak puas putusan pengadilan tetap harus dihormati.

"Kasus binary option, putusan pengadilan untuk Indra Kenz dia 10 tahun penjara dan aset disita negara, lalu Doni Salmanan diputus 4 tahun dan aset dikembalikan kepada terdakwa. Ini tentu menimbulkan ketidakpuasan di tengah masyarakat, tapi kita harus hormati putusan pengadilan," ungkap Tongam dalam konferensi pers virtual, Senin (19/12/2022).

Namun begitu, Tongam menyarankan hal lain bagi masyarakat yang masih tak puas terhadap hukuman bagi Indra Kenz dan Doni Salmanan. Hal tersebut adalah menempuh jalur hukum perdata hingga gugatan kepailitan.

"Kalau masyarakat tidak puas, bisa melakukan upaya hukum lainnya, misalnya gugatan perdata ataupun pengajuan permohonan pailit untuk mendapatkan hak-haknya. Utamanya pengembalian kerugian yang dialami masyarakat," papar Tongam.

Pada intinya, Tongam menyatakan masyarakat jangan sampai mudah saja terjerat tawaran investasi ilegal. Semua kasus investasi ilegal, meskipun sudah dibawa ke ranah hukum tetap saja tak bisa menjanjikan ganti rugi 100% kepada korban.

"Mengenai ganti kerugian dalam investasi ilegal yg diproses hukum, kerugian para korban memang tak bisa 100% kembali. Bisa dilihat di Pandawa Depok, First Travel, terakhir yang binary option," ungkap Tongam.

Makanya, seharusnya kasus-kasus di atas jadi pembelajaran bagi masyarakat untuk lebih selektif melakukan investasi.

"Oleh karena itu ini seharusnya jadi pengalaman bagi masyarakat, bahwa apabila masuk investasi ilegal tidak mungkin kerugian itu bisa dikembalikan," sebut Tongam.

Ingat 2 L
Setidaknya ada dua hal yang menurut Tongam harus diperhatikan saat mau melakukan investasi. Dua hal itu adalah legalitas dan juga logisnya tawaran investasi, mudahnya Tongam menyebut dua hal tersebut 2 L.

"SWI kembali berpesan kepada masyarakat yang ingin melakukan investasi agar selalu mengingat rumus 2L yaitu legal dan logis," ungkap Tongam.

Tongam memaparkan perusahaan atau usaha investasi harus memiliki izin resmi dari lembaga yang berwenang. Maka masyarakat harus memastikan perusahan yang menawarkan investasi harus memiliki legalitas atau izin yang benar dari OJK.

Selanjutnya, masyarakat juga harus memperhatikan prinsip logis dalam artian perusahaan menjanjikan tingkat imbal hasil investasi yang wajar.

"Ciri utama penipuan berkedok investasi biasanya menjanjikan tingkat imbal hasil yang tinggi dalam waktu singkat," kata Tongam.

Jangan lupa juga, dalam berinvestasi selalu ada kemungkinan kerugian, sehingga masyarakat juga perlu mempersiapkan kemungkinan tersebut.

(hal/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT