Industri Paylater di RI Terus Tumbuh, Begini Datanya

ADVERTISEMENT

Industri Paylater di RI Terus Tumbuh, Begini Datanya

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 11 Jan 2023 12:48 WIB
Ilustrasi PayLater
Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Pesatnya pertumbuhan industri paylater di Indonesia masih menjadi satu pendorong pemulihan ekonomi digital di Indonesia. Data dari Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) menunjukkan angka pembiayaan paylater di industri multifinance mencapai Rp 4,2 triliun hingga September 2022. Angka ini hampir menyentuh pencapaian pembiayaan paylater di tahun 2020 sebesar Rp 4,47 triliun.

Peningkatan ini diperkuat oleh sejumlah perusahaan pembiayaan yang menghadirkan layanan paylater sebagai opsi pembayaran. Salah satunya adalah melalui layanan Atome di Indonesia.

Sepanjang 2022, Atome mencetak pertumbuhan transaksi hingga hingga 360 kali, dengan penghasilan gross merchandise value(GMV) yang tercatat sebanyak 420 kali lebih banyak dibandingkan akhir tahun 2020.

"Angka ini kami dapatkan dari total pembiayaan yang telah diberikan kepada pengguna Atome dimana 70% dari mereka mayoritas berasal dari daerah Jawa dan Bali. Angka ini menjadi pendorong bagi kami untuk dapat memperluas layanan paylater agar bisa dinikmati oleh masyarakat yang lebih luas lagi," ungkap Winardi Wijaya,General Manager Atome Indonesia dalam keterangannya, Rabu (11/1/2023).

Atome juga telah berhasil mencatat pertumbuhan pengguna Atome sebesar 9.600%, dengan lebih dari 5 juta pengunduh aplikasi di Indonesia. Winardi juga menambahkan bahwa 54% dari mereka masih berasal dari Gen Z dan milenial dengan persentase pengguna wanita sebanyak 70%.

Besarnya minat Gen Z dan milenial dalam hal ini dengan kemajuan era digital, dimana mereka bisa mendapatkan semua kebutuhan melalui ponsel yang mereka miliki.

Atome menjadi opsi terbaik dengan ekosistem yang menjangkau seluruh aspek kebutuhan mereka, mulai kebutuhan kebutuhan fashion, kecantikan, gaya hidup, kebugaran, edukasi, elektronik, travel hingga peralatan rumah tangga.

"Hingga saat ini, kami telah bermitra dengan setidaknya 700merchantdan lebih dari 10.000 toko offline di Indonesia. Beberapa brand besar yang sudah bergabung dengan ekosistem Atome seperti MAP Group, H&M, Matahari Department Store, Giordano Group, Sociolla, Gold Gym, Kanmo Group dan masih banyak lagi. Ekosistem ini masih terus kami perluas sehingga ke depannya, pengguna dapat dengan mudah mengakses seluruh kebutuhan mereka dengan opsi pembayaran paylater Atome," kata Winardi.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT