Investor Mulai Borong Bitcoin Rp 1,3 T

Investor Mulai Borong Bitcoin Rp 1,3 T

Andi Hidayat - detikFinance
Rabu, 22 Jul 2026 17:42 WIB
Bitcoin
Ilustrasi/Foto: Dok. Shutterstock
Jakarta -

Bitcoin kembali mencatat aliran dana masuk selama dua pekan beruntun di pasar Spot Exchange-Traded Fund (ETF). Mengutip data SoSoValue, net inflow ETF Bitcoin mencapai US$ 75,7 juta atau sekitar Rp 1,35 triliun (kurs Rp 17.897) sepanjang periode perdagangan 13-17 Juli 2026.

Kondisi ini mencerminkan pemulihan sentimen investor institusi terhadap Bitcoin setelah mengalami aksi jual dalam beberapa bulan terakhir. ETF sendiri menjadi instrumen yang dimanfaatkan investor institusi untuk memperoleh eksposur Bitcoin tanpa harus memiliki aset kripto secara langsung.

CEO Indodax, William Sutanto, mengatakan perubahan arus dana ETF seringkali menjadi salah satu indikator untuk membaca arah sentimen investor institusi. Inflow pada instrumen ETF ini menjadi sinyal awal meningkatnya minat investor meski belum menggambarkan tren pasar keseluruhan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Arus dana ETF bukan hanya mencerminkan minat terhadap Bitcoin, tetapi juga menggambarkan bagaimana investor institusi mulai kembali meningkatkan eksposurnya terhadap aset berisiko setelah melalui periode ketidakpastian yang cukup panjang. Namun, hal ini belum dapat diartikan sebagai perubahan tren pasar secara keseluruhan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (22/7/2026).

ADVERTISEMENT

SoSoValue sempat mencatat aksi jual di pasar ETF sebesar US$ 424,7 juta pada awal pekan. Namun, kondisi tersebut berbalik dengan arus dana masuk secara konsisten selama empat hari perdagangan berikutnya yang secara kumulatif mencapai sekitar US$ 500,4 juta.

Meski demikian, William mengingatkan arus dana ETF bukan satu-satunya indikator pasar. Investor juga dianggap perlu memperhatikan kondisi global, termasuk arah kebijakan suku bunga The Fed.

"ETF memang dapat menjadi indikator awal perubahan sentimen investor institusi. Namun, arah pergerakan pasar tetap dipengaruhi berbagai faktor lain seperti inflasi, kebijakan suku bunga bank sentral, likuiditas global, hingga perkembangan regulasi di berbagai negara. Oleh karena itu, penting untuk melihat berbagai indikator secara menyeluruh sebelum berinvestasi," tambahnya.

William menambahkan, meningkatnya partisipasi investor institusi pada instrumen ETF mencerminkan perkembangan ekosistem aset digital yang semakin diterima sebagai bagian dari lanskap keuangan global. Namun di tengah berbagai perkembangan tersebut, disiplin dalam berinvestasi tetap menjadi faktor yang tidak dapat diabaikan.

Sebagai regulated crypto exchange Indonesia, Indodax mengimbau publik untuk menerapkan prinsip Do Your Own Research (DYOR) dan menyesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko. Pendekatan investasi yang disiplin dan berorientasi jangka panjang tetap menjadi langkah penting dalam menghadapi volatilitas pasar aset kripto.

(ahi/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads