Indonesia tengah memperkuat ekosistem kripto melalui regulasi, pertumbuhan adopsi dan peningkatan keterlibatan institusi. Hal didorong oleh tingginya pengguna kripto pengguna kripto mencapai 22,69 juta hingga Juni 2026.
Co-Founder Indodax Oscar Darmawan, kepatuhan tetap menjadi hal penting dalam perkembangan industri, terutama untuk mendorong partisipasi institusi. Namun, perlindungan konsumen juga perlu diimbangi dengan kemampuan pelaku industri dalam menghadirkan produk dan layanan yang relevan lantaran mempengaruhi keputusan pengguna memilih platform.
"Compliance tetap diperlukan karena menjadi salah satu fondasi agar institusi dapat masuk ke industri ini. Namun, pada saat yang sama, inovasi juga perlu terus berjalan. Jika produk dan layanan di dalam negeri semakin berkembang, pengguna akan memiliki lebih banyak alasan untuk tetap berada di ekosistem yang teregulasi dan mendapatkan perlindungan yang lebih baik," ujar Oscar dalam keterangan tertulisnya, Minggu (23/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Harga Bitcoin Terbang 22% Dalam Sepekan |
Regulatory sandbox yang tengah dikembangkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga dianggap sebagai ruang penting untuk menguji inovasi baru sebelum diterapkan lebih luas, sehingga pengembangan industri tetap mengutamakan aspek perlindungan konsumen sebagai prioritas utama.
"Perkembangan inovasi di industri kripto sangat cepat. Dengan adanya regulatory sandbox, inovasi dapat diuji dan dievaluasi terlebih dahulu sebelum diterapkan lebih luas. Pendekatan ini dapat membantu ekosistem kripto Indonesia berkembang dengan lebih tertata sekaligus memberikan ruang bagi percepatan inovasi," jelasnya.
Sementara itu, pemerintah menilai blockchain dan aset digital seperti kripto semakin relevan untuk mendukung kebutuhan investasi nasional. Dalam hal ini, Bali disebut berpeluang berkembang dari destinasi pariwisata menjadi pusat investasi, teknologi, dan inovasi, termasuk bagi komunitas fintech, Web3, aset digital dan kripto.
"Pemerintah dapat membangun kerangka, regulator memberikan kepastian, tetapi perusahaan dan inovator yang membangun masa depan," ujar Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu.
Variasi Aset
Industri aset digital kini tak lagi hanya berfokus pada spekulasi dan kenaikan harga. Kehadiran tokenized stocks, meningkatnya partisipasi institusi, serta kebutuhan edukasi dan manajemen risiko menunjukkan industri kripto semakin matang.
CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai perkembangan ini juga didukung regulasi dan perlindungan konsumen yang semakin jelas, sehingga adopsi aset digital semakin terbuka.
"Dulu, aset kripto mungkin dianggap seperti scam. Saat ini, regulasinya sudah jauh lebih jelas dan perlindungan konsumen juga semakin diperkuat. Memang dulu lebih sulit, tetapi sekarang sudah jauh lebih mudah," ujar Calvin.
Salah satu perubahan yang terlihat adalah semakin luasnya penggunaan teknologi aset digital untuk membuka akses terhadap instrumen keuangan. Tokenized stocks misalnya, memungkinkan pengguna memperoleh eksposur terhadap saham global melalui aset digital dengan nominal yang lebih fleksibel.
"Banyak orang ingin berinvestasi di saham Amerika, tetapi sebelumnya harus membuka brokerage account di luar negeri dan melalui banyak layer. Dengan tokenized stocks, aksesnya menjadi lebih mudah," kata Calvin.
Ia mengatakan, perkembangan produk seperti tokenized stocks mencerminkan potensi aset digital untuk menjembatani ekosistem keuangan tradisional dan teknologi Web3. Namun ia menekankan, akses yang semakin mudah perlu tetap berjalan beriringan dengan pemahaman pengguna terhadap instrumen yang digunakan.
(acd/acd)









































