Foto Bisnis

RI Akan Bergabung dengan Lembaga Anti Pencucian Uang Dunia

Ari Saputra - detikFinance
Selasa, 29 Agu 2017 17:01 WIB

Jakarta - Ketua PPATK, Menko Perekonomian dan Menko Polhukam menggelar konfrensi pers terkait rencana RI untuk bergabung dalam anggota Financial Action Task Force (FATF).

Menko Polhukam Wiranto yang juga sebagai Ketua Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan TPPU memberikan keterangan pers dengan didampingi Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin dan Menko Perekonomian Darmin Nasution di Kantor Pusat PPATK, Jakarta, Selasa (29/8/2017).
Sebagai langkah awal, dalam waktu dekat, FATF akan melakukan mutual evaluation review, yaitu serangkaian kegiatan yang dilaksanakan melalui salah satu organisasi regionaI FATF (APG Secretariat) untuk mengetahui sejauh mana kepatuhan rezim anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme Indonesia dapat tercapai dengan baik terhadap FATF Recommendation.
"Kemajuan apa yang kita harapkan, kita sempurnakan infrastruktur hukum kita, lembaga-lembaga kita perbaiki dan berikan sumbangsih yang sangat baik terhadap anti cuci uang dan pembiayaan terorisme dunia," ungkap Kepala PPATK, Kiagus Ahmad Badaruddin.
Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin memberikan keterangan usai rapat.
Menko Perekonomian Darmin Nasution memasuki mobil untuk meninggalkan Kantor Pusat PPATK, Jakarta.
RI Akan Bergabung dengan Lembaga Anti Pencucian Uang Dunia
RI Akan Bergabung dengan Lembaga Anti Pencucian Uang Dunia
RI Akan Bergabung dengan Lembaga Anti Pencucian Uang Dunia
RI Akan Bergabung dengan Lembaga Anti Pencucian Uang Dunia
RI Akan Bergabung dengan Lembaga Anti Pencucian Uang Dunia