Jakarta - Gedung-gedung pencakar langit tertinggi di dunia ini dianggap tidak berguna karena menyisakan banyak ruang tak terpakai.
Foto Bisnis
Sayang, Deretan Gedung Mewah Sebagian Tapi Tak Terpakai
The Burj Khalifa di Uni Emirat Arab (UEA) masih memegang rekor gedung tertinggi di dunia. Tapi dari total ketinggian 828 m, sebanyak 244 m atau 29 persennya kosong. Istimewa/technocrazed.com.
Menara Zifeng di China memiliki ketinggian 450 m, namun 133 m atau 30 persennya tidak terpakai. Istimewa/technocrazed.com.
Bank of America Tower, AS tingginya 366 m, dan 131 m atau 36 persennya tidak terisi. Istimewa/technocrazed.com.
Burj Al Arab di UEA tingginya 321 m, namun yang ditempati hanya 198 m dari total keseluruhan bangunan. Istimewa/technocrazed.com.
Emirates Tower One di UEA tingginya 335 m, namun yang terisi hanya 241 m dari total keseluruhan bangunan. Istimewa/technocrazed.com.
New York Times Tower di AS tingginya 319 m, namun yang ditempati hanya 220 m. Istimewa/technocrazed.com.
Emirates Tower Two di UEA tingginya 339 m, namun ruang yang tidak terisi mencapai 97 m atau 31 persennya. Istimewa/technocrazed.com.
The Rose Tower di UEA tingginya 333 m, namun ruang yang tidak terisi mencapai 96 mΒ atau 29 persennya. Istimewa/technocrazed.com.
The Pinnacle di China tingginya 350 m, namun ruang yang tidak terisi mencapai 95 mΒ atau 27 persennya. Istimewa/technocrazed.com.
Gedung Bank Minsheng di China tingginya 331 m, namun ruang yang tidak terisi mencapai 94 m atau 28 persennya. Istimewa/technocrazed.com.










































