Foto Bisnis

Smelter Feronikel Rp 14,5 T Resmi Dibangun di Kolaka

dok. Wamen ESDM - detikFinance
Sabtu, 15 Jun 2019 18:12 WIB

Kolaka - Smelter Feronikel PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) di Kolaka resmi dibangun. Peletakan batu pertama disaksikan langsung oleh Wamen ESDM, Arcandra Tahar.

Nantinya smelter ini akan mengolah nikel dengan kapasitas input bijih (ore) 5 juta ton dan output dalam bentuk feronikel sebanyak 230.000 ton dengan kadar nikel 22%-24% per tahunnya.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin serta Gubernur Sultra Ali Mazi melakukan groundbreaking fasilitas pemurnian (smelter) feronikel PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Sabtu (15/6/2019).

Smelter yang dibangun mengadopsi teknologi rotary kiln electric furnace (RKEF). Menurut Arcandra, sumber daya alam memegang peran penting dalam mendorong pembangunan nasional.
Meski begitu, prinsip pemanfaatannya tetap berpedoman pada Pasal 33 UUD 1945, yakni dikuasai oleh negara dan untuk sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Interpretasi dari dikuasai oleh negara, lanjut Arcandra bahwa kekayaan alam dikelola oleh putra-puteri terbaik Indonesia, menggunakan teknologi yang dikembangkan bangsa Indonesia, pendanaan bersumber dari kemampuan dalam negeri, dan hasil pengelolaan dioptimalkan untuk kebutuhan di dalam negeri.
Smelter ini ditargetkan akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2021. Direktur Utama PT. Ceria Nugraha Indotama, Derian Sakmiwata mengatakan pembangunan fisilitas pemurnian nikel ini menggunakan teknologi rotary kiln electric furnace yang terdiri dari 4 tanur listrik jenis rectangular.
Teknologi ini adalah yang pertama di Indonesia dimana masing-masing berkapasitas 72 MVA dengan total investasi sebesar Rp 14,5 Triliun. Sedangkan untuk kebutuhan listrik sebesar 350 MW untuk menunjang Smelter yang akan di bangun dipasok oleh PT PLN (Persero). Selain itu, guna mendukung program pemerintah dalam pengembangan mobil listrik dengan menyelesaikan studi kelayakan untuk membangun proyek hidrometalurgi dengan investasi 973 juta dollar Amerika Serikat atau setara 13 triliun Rupiah untuk menghasilkan kobalt, komponen utama baterei mobil listrik.


Smelter Feronikel Rp 14,5 T Resmi Dibangun di Kolaka
Smelter Feronikel Rp 14,5 T Resmi Dibangun di Kolaka
Smelter Feronikel Rp 14,5 T Resmi Dibangun di Kolaka
Smelter Feronikel Rp 14,5 T Resmi Dibangun di Kolaka
Smelter Feronikel Rp 14,5 T Resmi Dibangun di Kolaka
Smelter Feronikel Rp 14,5 T Resmi Dibangun di Kolaka