Tapal Batas

Kondisi PLTS di Miangas yang Terbengkalai

Muhammad Ridho - detikFinance
Jumat, 04 Okt 2019 12:13 WIB

Jakarta - Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) menjadi andalan warga Miangas untuk suplai listrik. Namun, saat ini PLTS tersebut sudah tidak berfungsi optimal.

Penampakan tumpukan panel surya di kawasan Miangas.

Tidak berfungsinya PLTS terjadi sejak tahun 2018. Kerusakan terjadi karena gangguan pada layar monitor dan menyebabkan panas berlebih.

PLTS yang tidak berfungsi optimal membuat biaya produksi listrik di Miangas menjadi lebih mahal. Sebab, turbin PLTD membutuhkan bensin sekitar 400 liter per hari.

Artinya, dalam seminggu, BBM yang dihabiskan untuk melayani kebutuhan setrum warga bisa mencapai 2.800 liter. Biaya produksi tersebut tentu lebih tinggi ketimbang PLTS, yang hanya membutuhkan 200 liter sehari.

Warga Miangas berharap PLTS bisa segera berfungsi kembali agar biaya produksi listrik menjadi lebih murah. Apalagi, harga BBM bisa melonjak drastis ketika distribusi pasokan ke pulau tersebut terganggu.

Bulan Oktober hingga Desember, ketika angin laut sedang kencang-kencangnya, kapal pengangkut BBM tidak bisa sampai Miangas dengan mudah. Imbasnya warga juga akan mengalami pemadaman listrik selama beberapa jam dalam sehari.

Untuk diketahui, PLTS di Miangas dibangun sejak tahun 2018.

Kapasitas PLTS 75 kWh.

Jumlah modulnya ada 390.

Beterainya berjumlah 240. Meski demikian, warga Miangas bersyukur dengan keberadaan bank BRI di Miangas. Sebab transaksi serta kegiatan jual-beli listrik menjadi lebih mudah.

Kondisi PLTS di Miangas yang Terbengkalai
Kondisi PLTS di Miangas yang Terbengkalai
Kondisi PLTS di Miangas yang Terbengkalai
Kondisi PLTS di Miangas yang Terbengkalai
Kondisi PLTS di Miangas yang Terbengkalai
Kondisi PLTS di Miangas yang Terbengkalai
Kondisi PLTS di Miangas yang Terbengkalai
Kondisi PLTS di Miangas yang Terbengkalai
Kondisi PLTS di Miangas yang Terbengkalai
Kondisi PLTS di Miangas yang Terbengkalai