Foto Bisnis

21 Kapal Maling Ikan Asal Vietnam & Malaysia Ditenggelamkan

Istimewa - detikFinance
Senin, 07 Okt 2019 13:53 WIB

Jakarta - 21 Kapal maling ikan asal Vietnam dan Malaysia ditenggelamkan. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memimpin langsung aksi ini.

21 kapal ikan ilegal ditenggelamkan. Rinciannya 18 kapal perikanan asing ilegal yang terdiri dari 16 kapal berbendera Vietnam dan 2 kapal berbendera Malaysia dimusnahkan dengan cara ditenggelamkan di Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (6/10/2019). Sebelumnya Jumat (4/10/2019) di Sambas,  kapal ikan ilegal asal Vietnam dimusnahkn dengan cara dihancurkan dan mesinnya ditenggelamkan. Istimewa/Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Pemusnahan 21 kapal ini merupakan rangkaian dari rencana pemusnahan 42 kapal ikan ilegal yang dinyatakan telah berkekuatan hukum tetap dari lembaga peradilan. Adapun kapal lainnya rencananya akan di musnahkan secara serentak pada tanggal 7 Oktober 2019 yakni Belawan 6 kapal, Batam 6 kapal, dan Natuna 7 kapal. Istimewa/Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Dengan dimusnahkannya 21 kapal ini, maka jumlah kapal barang bukti tindak pidana perikanan yang sudah dimusnahkan sejak bulan Oktober 2014 sampai dengan saat ini bertambah menjadi 556 kapal. Jumlah tersebut terdiri dari 321 kapal berbendera Vietnam, 91 kapal Filipina, 87 kapal Malaysia, 24 kapal Thailand, Papua Nugini 2 kapal, RRT 3 kapal, Nigeria 1 kapal, Belize 1 kapal, dan Indonesia 26 kapal. Istimewa/Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Penenggelaman kapal pelaku illegal fishing dilakukan dengan mengacu pada Pasal 76A UU No. 45/2009 tentang Perubahan atas UU No 31/2004 tentang Perikanan, yaitu benda dan/atau alat yang digunakan dalam dan/atau yang dihasilkan dari tindak pidana perikanan dapat dirampas untuk negara atau dimusnahkan setelah mendapat persetujuan ketua pengadilan negeri, dan berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap sebagaimana diatur dalam KUHAP. Istimewa/Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti selaku Komandan Satgas 115, menyatakan bahwa pemusnahan barang bukti kapal pelaku illegal fishing dilakukan tidak hanya dalam rangka melaksanakan amanah undang-undang perikanan, tetapi juga mengamankan visi misi Presiden Jokowi untuk menjadikan laut sebagai masa depan bangsa, serta memastikan kesejahteraan masyarakat, agar dapat mencukupi kebutuhan ekonominya dari hasil laut. Istimewa/Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Menteri Susi juga menjelaskan, pemusnahan kapal dengan cara ditenggelamkan merupakan hal rutin yang dilakukan Satgas 115. Namun dalam prakteknya, untuk menghemat waktu dan efisiensi anggaran maka hanya dilakukan hampir satu atau dua kali dalam setahun. Istimewa/Kementerian Kelautan dan Perikanan.

21 Kapal Maling Ikan Asal Vietnam & Malaysia Ditenggelamkan
21 Kapal Maling Ikan Asal Vietnam & Malaysia Ditenggelamkan
21 Kapal Maling Ikan Asal Vietnam & Malaysia Ditenggelamkan
21 Kapal Maling Ikan Asal Vietnam & Malaysia Ditenggelamkan
21 Kapal Maling Ikan Asal Vietnam & Malaysia Ditenggelamkan
21 Kapal Maling Ikan Asal Vietnam & Malaysia Ditenggelamkan