Foto Bisnis

Dilema Gula Impor di Indonesia

Pradita Utama - detikFinance
Selasa, 18 Feb 2020 16:54 WIB

Jakarta - Rencana pemerintah untuk melakukan impor gula mendapat protes dari petani. Impor gula dilakukan guna menjaga harga dan pasokan jelang Ramadhan 2020.

Gula menjadi salah satu bahan pangan pokok yang diimpor pemerintah. Impor itu dilakukan untuk menjaga pasokan harga dan pasokan menjelang Ramadhan 2020.

Seorang pekerja tengah melakukan bongkar muat gula impor dari Filipina di kawasan Terminal 2 IPC, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Gula menjadi salah satu bahan pangan pokok yang diimpor pemerintah. Impor itu dilakukan untuk menjaga pasokan harga dan pasokan menjelang Ramadhan 2020.

Pemerintah berencana untuk melakukan impor gula konsumsi. Impor itu dilakukan guna menjaga pasokan dan harga bahan pangan menjelang Ramadhan 2020.

Gula menjadi salah satu bahan pangan pokok yang diimpor pemerintah. Impor itu dilakukan untuk menjaga pasokan harga dan pasokan menjelang Ramadhan 2020.

Namun rencana itu mendapat protes dari petani. Pemerintah dianggap terlalu mudah mengambil kebijakan impor, sementara di sisi lain nasib petani tebu terus tertekan, salah satunya akibat kebijakan impor tersebut.

Gula menjadi salah satu bahan pangan pokok yang diimpor pemerintah. Impor itu dilakukan untuk menjaga pasokan harga dan pasokan menjelang Ramadhan 2020.

Rencana impor itu pun muncul usai harga gula mengalami kenaikan. Dilansir dari CNBC Indonesia, Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) harga gula tertinggi pada Senin (17/2) tercatat berada di Papua sampai mencapai Rp 16.600/kg, dengan rata-rata Rp 15.000/kg.

Gula menjadi salah satu bahan pangan pokok yang diimpor pemerintah. Impor itu dilakukan untuk menjaga pasokan harga dan pasokan menjelang Ramadhan 2020.

Sementara di Jawa yang dikenal sebagai pusat produksi gula, harga bahan pangan pokok itu juga mengalami kenaikan. Harga gula di Jawa Timur pada Senin (17/2) kemarin hampir menembus Rp Rp 14.000/kg, tepatnya Rp 13.900/kg.

Gula menjadi salah satu bahan pangan pokok yang diimpor pemerintah. Impor itu dilakukan untuk menjaga pasokan harga dan pasokan menjelang Ramadhan 2020.

Protes terkait rencana impor gula itu pun muncul karena adanya kekhawatiran Indonesia akan ketergantungan dengan negara lain.

Gula menjadi salah satu bahan pangan pokok yang diimpor pemerintah. Impor itu dilakukan untuk menjaga pasokan harga dan pasokan menjelang Ramadhan 2020.

Meski begitu, rencana impor gula konsumsi itu mendapat protes dan kritik dari petani. Impor dikhawatirkan dapat membuat Indonesia ketergantungan dengan negara lain.

Gula menjadi salah satu bahan pangan pokok yang diimpor pemerintah. Impor itu dilakukan untuk menjaga pasokan harga dan pasokan menjelang Ramadhan 2020.

Dikutip dari CNBC Indonesia, Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Soemitro Samadikoen sangat mewanti-wanti, bahwa kebijakan impor pelan-pelan akan menekan petani tebu.

Gula menjadi salah satu bahan pangan pokok yang diimpor pemerintah. Impor itu dilakukan untuk menjaga pasokan harga dan pasokan menjelang Ramadhan 2020.

Hal itu terjadi karena gula impor bisa menekan harga di dalam negeri, apalagi gula impor yang masuk dari India, yang kena fasilitas keringanan impor sebagai bentuk kerjasama perdagangan dengan sawit.

Gula menjadi salah satu bahan pangan pokok yang diimpor pemerintah. Impor itu dilakukan untuk menjaga pasokan harga dan pasokan menjelang Ramadhan 2020.

Selain tengah mengalami kenaikan harga, peluang impor gula dijelaskan Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Kasdi Subagyono untuk memenuhi kebutuhan konsumsi gula kristal putih (GKP) di Indonesia yang jumlah konsumsinya mencapai 2,8 juta ton. Jumlah itu cukup besar karena Indonesia hanya mampu memproduksi 2,2 hingga 2,3 juta ton gula kristal putih.

Gula menjadi salah satu bahan pangan pokok yang diimpor pemerintah. Impor itu dilakukan untuk menjaga pasokan harga dan pasokan menjelang Ramadhan 2020.

Kekurangan kebutuhan gula kristal putih di Indonesia yang mencapai 500 hingga 600 ribu ton itu membuat Indonesia membuka peluang impor gula. Salah satu negara yang dijajaki untuk kerjasama impor gula itu adalah India.

Dilema Gula Impor di Indonesia
Dilema Gula Impor di Indonesia
Dilema Gula Impor di Indonesia
Dilema Gula Impor di Indonesia
Dilema Gula Impor di Indonesia
Dilema Gula Impor di Indonesia
Dilema Gula Impor di Indonesia
Dilema Gula Impor di Indonesia
Dilema Gula Impor di Indonesia
Dilema Gula Impor di Indonesia
Dilema Gula Impor di Indonesia