Foto Bisnis

Produksi Kerupuk Tradisional Masih Bertahan, Ini Buktinya

Muhamad Rizal - detikFinance
Sabtu, 07 Mar 2020 21:43 WIB

Sumedang - Proses pembuatan kerupuk bunter masih menjaga keasliannya dengan menggunakan tenaga manusia dan alat-alat tradisional. Yuk lihat pembuatannya.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proses pembuatan kerupuk bunter di Cijaringo, Kampung Bunter, Desa Cihanjuang Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (7/3/2020). Melihat Proses Pembuatan kerupuk bunter yang masih menjaga keasliannya dengan menggunakan tenaga manusia dan alat-alat tradisional yang masih tergolong kuno.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proses pembuatan kerupuk bunter di Cijaringo, Kampung Bunter, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (7/3/2020).

Sejumlah pekerja menyelesaikan proses pembuatan kerupuk bunter di Cijaringo, Kampung Bunter, Desa Cihanjuang Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (7/3/2020). Melihat Proses Pembuatan kerupuk bunter yang masih menjaga keasliannya dengan menggunakan tenaga manusia dan alat-alat tradisional yang masih tergolong kuno.

Kampung Bunter ini dikenal banyak orang sebagai daerah sentra kerupuk, karena kebanyakan masyarakatnya memproduksi kerupuk.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proses pembuatan kerupuk bunter di Cijaringo, Kampung Bunter, Desa Cihanjuang Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (7/3/2020). Melihat Proses Pembuatan kerupuk bunter yang masih menjaga keasliannya dengan menggunakan tenaga manusia dan alat-alat tradisional yang masih tergolong kuno.

Setelah ditata pada papan anyaman, adonan kerupuk mentah ini kemudian dikukus.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proses pembuatan kerupuk bunter di Cijaringo, Kampung Bunter, Desa Cihanjuang Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (7/3/2020). Melihat Proses Pembuatan kerupuk bunter yang masih menjaga keasliannya dengan menggunakan tenaga manusia dan alat-alat tradisional yang masih tergolong kuno.

Setelah dikukus dan terlihat matang, kerupuk ini diambil dan ditata ulang agar tidak menempel pada papan saat akan dijemur.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proses pembuatan kerupuk bunter di Cijaringo, Kampung Bunter, Desa Cihanjuang Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (7/3/2020). Melihat Proses Pembuatan kerupuk bunter yang masih menjaga keasliannya dengan menggunakan tenaga manusia dan alat-alat tradisional yang masih tergolong kuno.

Kerupuk dijemur agar mengeras dan siap untuk digoreng.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proses pembuatan kerupuk bunter di Cijaringo, Kampung Bunter, Desa Cihanjuang Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (7/3/2020). Melihat Proses Pembuatan kerupuk bunter yang masih menjaga keasliannya dengan menggunakan tenaga manusia dan alat-alat tradisional yang masih tergolong kuno.

Pabrik milik Alo ini menjual kerupuk hasil olahannya di Sumedang dan Bandung. Untuk kerupuk yang sudah matang dijual dengan harga Rp 2000-Rp 5000 per kemasan, sedangkan untuk kerupuk mentah Rp 16 ribu-Rp18 ribu per kilogram.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proses pembuatan kerupuk bunter di Cijaringo, Kampung Bunter, Desa Cihanjuang Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (7/3/2020). Melihat Proses Pembuatan kerupuk bunter yang masih menjaga keasliannya dengan menggunakan tenaga manusia dan alat-alat tradisional yang masih tergolong kuno.

Pembuatan kerupuk ini dilakukan melalui sembilan tahapan yaitu buburan (kanji), ngegiling, mipit (membentuk kerupuk dengan alat pres), seupan (kukus), melekat (sebelum dijemur), penjemuran, mengepul (penjemuran kedua), dan kerupuk siap untuk digoreng.

Produksi Kerupuk Tradisional Masih Bertahan, Ini Buktinya
Produksi Kerupuk Tradisional Masih Bertahan, Ini Buktinya
Produksi Kerupuk Tradisional Masih Bertahan, Ini Buktinya
Produksi Kerupuk Tradisional Masih Bertahan, Ini Buktinya
Produksi Kerupuk Tradisional Masih Bertahan, Ini Buktinya
Produksi Kerupuk Tradisional Masih Bertahan, Ini Buktinya
Produksi Kerupuk Tradisional Masih Bertahan, Ini Buktinya