Foto Bisnis

Penjual Oleh-oleh Bandung Bertahan di Tengah Pandemi Corona

Wisma Putra - detikFinance
Jumat, 22 Mei 2020 14:31 WIB

Bandung - Pandemi Corona turut berdampak kepada pedagang oleh-oleh di Bandung. Dagangan mereka yang biasanya laris manis di momen Lebaran kini sepi dari pembeli.

Pandemi Corona turut berdampak kepada pedagang oleh-oleh di Bandung. Dagangan mereka yang biasanya laris manis di momen Lebaran kini sepi dari pembeli.

Awah (56), seorang penjual oleh-oleh di kawasan Terminal Leuwipanjang, Bandung, jadi salah seorang pedagang yang terdampak pandemi Corona yang tengah melanda Indonesia.

Pandemi Corona turut berdampak kepada pedagang oleh-oleh di Bandung. Dagangan mereka yang biasanya laris manis di momen Lebaran kini sepi dari pembeli.

Setelah hampir satu bulan menutup toko oleh-olehnya karena mengikuti imbauan pemerintah guna menekan penyebaran virus Corona, Awah kini kembali membuka toko oleh-olehnya yang berada di kawasan Terminal Leuwipanjang, Bandung, Jawa Barat.

Pandemi Corona turut berdampak kepada pedagang oleh-oleh di Bandung. Dagangan mereka yang biasanya laris manis di momen Lebaran kini sepi dari pembeli.

Sepekan membuka toko, pria yang memiliki 10 anak dan 10 cucu itu mengaku belum meraup untung yang berarti dari oleh-oleh yang dijualnya. "Sehari Rp 250 paling. Ada Rp 500," kata Awah kepada detikcom.

Pandemi Corona turut berdampak kepada pedagang oleh-oleh di Bandung. Dagangan mereka yang biasanya laris manis di momen Lebaran kini sepi dari pembeli.

Menurutnya, ia lebih banyak berdiam diri duduk di kursi yang ada didepan tokonya sambil memanggil para pengguna jalan untuk berbelanja di tokonya.

Pandemi Corona turut berdampak kepada pedagang oleh-oleh di Bandung. Dagangan mereka yang biasanya laris manis di momen Lebaran kini sepi dari pembeli.

Pria yang berdomisili di Garut ini mengaku, ia terpaksa membuka toko oleh-olehnya karena sudah tidak memiliki pemasukan. Apalagi biaya sewa toko harus tetap dibayar   

Pandemi Corona turut berdampak kepada pedagang oleh-oleh di Bandung. Dagangan mereka yang biasanya laris manis di momen Lebaran kini sepi dari pembeli.

Menurutnya, karena pembeli masih sepi, pedagang lainnya yang berjulan di luar Terminal Leuwipanjang lebih memilih tutup sementara. Bahkan, pedagang yang berjulan didalam Terminal Leuwipanjang semuanya tutup karena tidak ada yang beli sama sekali.  

Pandemi Corona turut berdampak kepada pedagang oleh-oleh di Bandung. Dagangan mereka yang biasanya laris manis di momen Lebaran kini sepi dari pembeli.

Bila biasanya di momen Lebaran para penjual oleh-oleh dapat meraup untung cukup banyak, kini kondisi tersebut berbeda. Pandemi Corona yang tengah melanda beberapa wilayah di Indonesia membuat pemerintah mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan menunda mudik lebaran guna menekan penyebaran virus Corona.  

Pandemi Corona turut berdampak kepada pedagang oleh-oleh di Bandung. Dagangan mereka yang biasanya laris manis di momen Lebaran kini sepi dari pembeli.

Imbasnya, para pedagang dan pelaku UMKM pun ikut terdampak dari pandemi Corona tersebut.Sebagai bentuk kepedulian terhadap para UMKM, detikcom menggulirkan Program Pulang Kampung Digital ke Bandung. Selain bisa menyaksikan ngbrol bareng bersama artis hingga tokoh Kota Bandung kita juga bisa mendapatkan oleh-oleh dalam acara tersebut dan oleh-oleh itu diberi dari para pelaku UMKM di Kota Bandung.

Penjual Oleh-oleh Bandung Bertahan di Tengah Pandemi Corona
Penjual Oleh-oleh Bandung Bertahan di Tengah Pandemi Corona
Penjual Oleh-oleh Bandung Bertahan di Tengah Pandemi Corona
Penjual Oleh-oleh Bandung Bertahan di Tengah Pandemi Corona
Penjual Oleh-oleh Bandung Bertahan di Tengah Pandemi Corona
Penjual Oleh-oleh Bandung Bertahan di Tengah Pandemi Corona
Penjual Oleh-oleh Bandung Bertahan di Tengah Pandemi Corona
Penjual Oleh-oleh Bandung Bertahan di Tengah Pandemi Corona