Foto Bisnis

Pandemi Corona Bikin Penjualan Baju Batik Melorot

Ari Saputra - detikFinance
Jumat, 02 Okt 2020 14:00 WIB

Jakarta - Tepat hari ini, Indonesia merayakan hari batik nasional. Namun, pandemi Corona membuat penjualan batik mengalami penurunan di hari spesial ini.

Pengusaha UMKM konveksi batik tulis Wijiastuti menunjukan koleksi baju batik tulis di workshopnya, Butik Dewi Sambi, Cipadu, Kota Tangerang,  Kamis (1/10/2020). Menurutnya, permintaan baju batik tulis melorot hingga 50 persen selama masa pandemi COVID-19.

Pengusaha UMKM konveksi batik tulis Wijiastuti menunjukan koleksi baju di workshopnya, Butik Dewi Sambi, Cipadu, Kota Tangerang,  Kamis (1/10/2020). 

Pengusaha UMKM konveksi batik tulis Wijiastuti menunjukan koleksi baju batik tulis di workshopnya, Butik Dewi Sambi, Cipadu, Kota Tangerang,  Kamis (1/10/2020). Menurutnya, permintaan baju batik tulis melorot hingga 50 persen selama masa pandemi COVID-19.

Wijiastuti mengatakan, permintaan baju batik tulis melorot selama masa pandemi COVID-19. 

Pengusaha UMKM konveksi batik tulis Wijiastuti menunjukan koleksi baju batik tulis di workshopnya, Butik Dewi Sambi, Cipadu, Kota Tangerang,  Kamis (1/10/2020). Menurutnya, permintaan baju batik tulis melorot hingga 50 persen selama masa pandemi COVID-19.

Menurut Wijiastuti, permintaan baju batik tulis melorot hingga 50 persen.

Pengusaha UMKM konveksi batik tulis Wijiastuti menunjukan koleksi baju batik tulis di workshopnya, Butik Dewi Sambi, Cipadu, Kota Tangerang,  Kamis (1/10/2020). Menurutnya, permintaan baju batik tulis melorot hingga 50 persen selama masa pandemi COVID-19.

Larangan resepsi pernikahan, pesta dan sejumlah acara keramaian mendorong permintaan baju batik menurun drastis. 

Pengusaha UMKM konveksi batik tulis Wijiastuti menunjukan koleksi baju batik tulis di workshopnya, Butik Dewi Sambi, Cipadu, Kota Tangerang,  Kamis (1/10/2020). Menurutnya, permintaan baju batik tulis melorot hingga 50 persen selama masa pandemi COVID-19.

Penurunan penjualan batik akibat dari pandemi Corona. 

Pengusaha UMKM konveksi batik tulis Wijiastuti menunjukan koleksi baju batik tulis di workshopnya, Butik Dewi Sambi, Cipadu, Kota Tangerang,  Kamis (1/10/2020). Menurutnya, permintaan baju batik tulis melorot hingga 50 persen selama masa pandemi COVID-19.

Sejalan dengan data tersebut, Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBI) mencatat sudah ada 50% pengusaha kecil batik yang gulung tikar.

Pandemi Corona Bikin Penjualan Baju Batik Melorot
Pandemi Corona Bikin Penjualan Baju Batik Melorot
Pandemi Corona Bikin Penjualan Baju Batik Melorot
Pandemi Corona Bikin Penjualan Baju Batik Melorot
Pandemi Corona Bikin Penjualan Baju Batik Melorot
Pandemi Corona Bikin Penjualan Baju Batik Melorot