Foto Bisnis

Kiprah Dua Srikandi PLN Ikut Bangun Tower Listrik Darurat di NTT

Dok. PLN - detikFinance
Jumat, 23 Apr 2021 20:51 WIB

NTT - Dua sosok srikandi PLN ini punya kisah menarik dalam upaya bangkitkan NTT yang sempat porak poranda dihantam badai siklon tropis Seroja. Seperti apa kisahnya?

Dua sosok srikandi PLN ini punya kisah menarik dalam upaya bangkitkan NTT yang sempat porak poranda dihantam badai siklon tropis Seroja. Seperti apa kisahnya?

Ada kisah menarik srikandi PLN di tengah badai siklon tropis Seroja yang menghantam Kupang, Nusa Tenggara Timur. Saat mendirikan tower listrik darurat ada dua Srikandi PLN yang ikut terlibat, Rosalia Widya Astuti Chandra dan Putri Ramadani yang terjun langsung menjadi tim relawan PLN.

Dua sosok srikandi PLN ini punya kisah menarik dalam upaya bangkitkan NTT yang sempat porak poranda dihantam badai siklon tropis Seroja. Seperti apa kisahnya?

Keduanya merupakan putri daerah asal NTT yang bertugas di Unit Layanan Transmisi, dan Gardu Induk Mamuju, Sulawesi Barat. Mereka rela terbang dari Mamuju menuju kampung halaman di Kupang. Kisah dua srikandi ini bermula saat badai Seroja menghantam Kupang pada awal April lalu. Badai merusak hampir 90% sistem kelistrikan di wilayah Rote, Ndao, Sabu, Pulau Semau, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Adonara, Larantuka, Lembata dan Sumba Timor.

Dua sosok srikandi PLN ini punya kisah menarik dalam upaya bangkitkan NTT yang sempat porak poranda dihantam badai siklon tropis Seroja. Seperti apa kisahnya?

Akibat curah hujan selama tiga hari yang mengikuti badai Seroja, dua menara Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) bertegangan 70 kilo Volt (kV) patah dan roboh. Kerusakan tower transmisi berdampak pada padamnya sistem kelistrikan di empat kabupaten, yaitu Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, dan Belu. Untuk mengatasinya, PLN membangun menara darurat setinggi 61 meter. Dari estimasi waktu perbaikan selama 1 bulan, ternyata proses perbaikan dapat dilakukan dalam waktu 10 hari saja. Di saat itu lah Rosalia dan Putri ikut serta mendirikan menara darurat itu.

Dua sosok srikandi PLN ini punya kisah menarik dalam upaya bangkitkan NTT yang sempat porak poranda dihantam badai siklon tropis Seroja. Seperti apa kisahnya?

Wanita ini merupakan lulusan Politeknik Negeri Kupang dan bergabung menjadi bagian PLN dengan jabatan Junior Engineer Pemeliharaan Transmisi sejak tahun lalu. Ketika badai dahsyat melanda, terbersit rasa cemas dalam dirinya. Kesempatan untuk menjadi relawan juga diambil oleh Putri, wanita berusia 23 tahun ini bekerja di bagian Operasi dan pemeliharaan transmisi. Sebagai tim relawan PLN, Widi dan Putri bertugas mengurus masalah persediaan logistik.

Dua sosok srikandi PLN ini punya kisah menarik dalam upaya bangkitkan NTT yang sempat porak poranda dihantam badai siklon tropis Seroja. Seperti apa kisahnya?

Keduanya memastikan semua kebutuhan personel yang bekerja di lokasi pembuatan tower darurat bisa terpenuhi dengan baik. Keduanya mengaku sangat termotivasi agar listrik cepat menyala. Sebab, hadirnya listrik akan banyak membantu warga.

Dua sosok srikandi PLN ini punya kisah menarik dalam upaya bangkitkan NTT yang sempat porak poranda dihantam badai siklon tropis Seroja. Seperti apa kisahnya?

Wajah bahagia dan senyum para korban merupakan hadiah dari jerih payah yang para relawan lakukan. Keduanya mengaku itu merupakan penghargaan tertinggi dari pekerjaan yang telah mereka lakukan.  

Kiprah Dua Srikandi PLN Ikut Bangun Tower Listrik Darurat di NTT
Kiprah Dua Srikandi PLN Ikut Bangun Tower Listrik Darurat di NTT
Kiprah Dua Srikandi PLN Ikut Bangun Tower Listrik Darurat di NTT
Kiprah Dua Srikandi PLN Ikut Bangun Tower Listrik Darurat di NTT
Kiprah Dua Srikandi PLN Ikut Bangun Tower Listrik Darurat di NTT
Kiprah Dua Srikandi PLN Ikut Bangun Tower Listrik Darurat di NTT