Foto Bisnis

Konservasi Hutan Petungkriyono dengan Kopi Owa

Aditya Heru Wardhana - detikFinance
Selasa, 14 Sep 2021 16:46 WIB

Pekalongan - Konservasi hutan Petungkriyono di Pekalongan Jawa Tengah ini berhasil mengubah para pembalak hutan dan pemburu liar jadi petani kopi Owa. Seperti apa kiprahnya?

Program konservasi di Hutan Petungkriyono di Pekalongan, Jawa Tengah ini berhasil mengubah para pembalak hutan dan pemburu liar jadi petani kopi Owa. Seperti apa kiprahnya?

Hutan Petungkriyono di Pekalongan, Jawa Tengah, menyimpan kekayaan keanekaragaman hayati yang harus dilestarikan. Seperti halnya Pohon kopi yang tumbuh alami dibawah naungan rimbunnya hutan ini.

Kopi Owa, program konservasi yang berhasil mengubah para pembalak hutan dan pemburu liar menjadi petani kopi sekaligus menjaga hutan.

Para petani memanfaatkan kopi hutan tanpa perlu menebang pohon untuk membuka lahan. Sebelum menjadi petani kopi, warga sekitar Hutan Petungkriyono bekerja sebagai pembalak hutan dan pemburu liar. Kini warga bisa mengolah kopi hutan dan mengubah taraf hidupnya jadi lebih baik.

Kopi Owa, program konservasi yang berhasil mengubah para pembalak hutan dan pemburu liar menjadi petani kopi sekaligus menjaga hutan.

Buah kopi disortasi berdasarkan kualitasnya. Tercatat sejak tahun 2012 Yayasan Swara Owa mendampingi warga untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan mengolah kopi. Seperti diketahui, Owa Jawa merupakan primata yang terancam punah masih bisa dijumpai di Hutan Petungkriyono. 

Kopi Owa, program konservasi yang berhasil mengubah para pembalak hutan dan pemburu liar menjadi petani kopi sekaligus menjaga hutan.

Pengupasan buah kopi untuk memisahkan kulit dengan biji kopi. Kopi Owa ini juga menjadi program konservasi yang berhasil mengubah para pembalak hutan dan pemburu liar menjadi petani kopi sekaligus menjaga hutan.

Kopi Owa, program konservasi yang berhasil mengubah para pembalak hutan dan pemburu liar menjadi petani kopi sekaligus menjaga hutan.

Seperti yang dilakukan olah Tasuri (54) mantan pembalak hutan dan pemburu liar yang kini menekuni pekerjaan petani kopi. Tasuri mengaku hidupnya kini menjadi lebih tenang.

Kopi Owa, program konservasi yang berhasil mengubah para pembalak hutan dan pemburu liar menjadi petani kopi sekaligus menjaga hutan.

Kunapah, istri Tasuri juga terlibat mengolah kopi. Sebagian hasil penjualan kopi, digunakan untuk program konservasi dan pelestarian hutan.

Kopi Owa, program konservasi yang berhasil mengubah para pembalak hutan dan pemburu liar menjadi petani kopi sekaligus menjaga hutan.

Bahkan, sejak tahun 2016 silam, Kopi Owa telah diekspor ke Wildlife Reserves Singapore. Namun akibat pandemi COVID-19, ekspor terhenti dan kopi menumpuk di gudang. 

Kopi Owa, program konservasi yang berhasil mengubah para pembalak hutan dan pemburu liar menjadi petani kopi sekaligus menjaga hutan.

Owa Jawa adalah primata yang kini terancam punah. Kehadirannya di hutan justru berfungsi unutk menjaga ekosistem hutan dengan menyebarkan biji-bijian ke seantero hutan. Maka tak heran bila dinamakan Kopi Owa.

Kopi Owa, program konservasi yang berhasil mengubah para pembalak hutan dan pemburu liar menjadi petani kopi sekaligus menjaga hutan.

Beginilah salah satu pengamatan primata sebagai salah satu program konservasi di hutan tersebut. Tentunya, hal ini juga bisa dikembangkan menjadi daya tarik ecotourism di Hutan Petungkriyono, Jawa Tengah. Hutan Petungkriyono kini berada dibawah pengelolaan Perhutani KPH Pekalongan Timur. 

Konservasi Hutan Petungkriyono dengan Kopi Owa
Konservasi Hutan Petungkriyono dengan Kopi Owa
Konservasi Hutan Petungkriyono dengan Kopi Owa
Konservasi Hutan Petungkriyono dengan Kopi Owa
Konservasi Hutan Petungkriyono dengan Kopi Owa
Konservasi Hutan Petungkriyono dengan Kopi Owa
Konservasi Hutan Petungkriyono dengan Kopi Owa
Konservasi Hutan Petungkriyono dengan Kopi Owa
Konservasi Hutan Petungkriyono dengan Kopi Owa