Jakarta - Kemenkeu menyebut realisasi sementara APBN 2025 tetap solid dengan defisit terjaga di batas aman 2,92% PDB.
Foto Bisnis
APBN 2025 Dinilai Kuat, Defisit Tetap Aman
Konferensi pers APBN KiTa Edisi Januari 2026 digelar di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (8/1/2026). Acara ini dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Thomas Djiwandono, serta jajaran pejabat Eselon 1 Kemenkeu.
Dalam paparannya, Kementerian Keuangan menyampaikan realisasi sementara APBN 2025 menunjukkan kinerja yang solid. APBN tetap dijalankan secara ekspansif untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah sekaligus merespons dinamika perekonomian global dan domestik.
Kinerja tersebut tercermin dari defisit APBN yang tetap terkendali pada batas aman, yakni sebesar 2,92% PDB. Pemerintah memastikan kebijakan fiskal dijaga secara pruden dan berkelanjutan.
Program-program prioritas pemerintah juga disebut terlaksana dengan baik. Diharapkan, implementasi program tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi.
Ke depan, pemerintah akan terus melanjutkan langkah-langkah reformasi untuk meningkatkan kualitas APBN, baik dari sisi pendapatan, belanja, maupun pembiayaan, dengan prinsip collecting more, spending better, and efficient & sustainable financing.
APBN bersama mesin pertumbuhan ekonomi lainnya akan terus dioptimalkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.Β











































