APBN 2025 Dinilai Kuat, Defisit Tetap Aman

Foto Bisnis

APBN 2025 Dinilai Kuat, Defisit Tetap Aman

Muhammad Firman Maulana - detikFinance
Kamis, 08 Jan 2026 17:30 WIB

Jakarta - Kemenkeu menyebut realisasi sementara APBN 2025 tetap solid dengan defisit terjaga di batas aman 2,92% PDB.

Konferensi pers APBN KiTa Edisi Januari 2026 digelar di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (8/1/2026). Acara ini dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Thomas Djiwandono, serta jajaran pejabat Eselon 1 Kemenkeu.

Konferensi pers APBN KiTa Edisi Januari 2026 digelar di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (8/1/2026). Acara ini dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Thomas Djiwandono, serta jajaran pejabat Eselon 1 Kemenkeu.

Konferensi pers APBN KiTa Edisi Januari 2026 digelar di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (8/1/2026). Acara ini dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Thomas Djiwandono, serta jajaran pejabat Eselon 1 Kemenkeu.

Dalam paparannya, Kementerian Keuangan menyampaikan realisasi sementara APBN 2025 menunjukkan kinerja yang solid. APBN tetap dijalankan secara ekspansif untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah sekaligus merespons dinamika perekonomian global dan domestik.

Konferensi pers APBN KiTa Edisi Januari 2026 digelar di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (8/1/2026). Acara ini dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Thomas Djiwandono, serta jajaran pejabat Eselon 1 Kemenkeu.

Kinerja tersebut tercermin dari defisit APBN yang tetap terkendali pada batas aman, yakni sebesar 2,92% PDB. Pemerintah memastikan kebijakan fiskal dijaga secara pruden dan berkelanjutan.

Konferensi pers APBN KiTa Edisi Januari 2026 digelar di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (8/1/2026). Acara ini dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Thomas Djiwandono, serta jajaran pejabat Eselon 1 Kemenkeu.

Program-program prioritas pemerintah juga disebut terlaksana dengan baik. Diharapkan, implementasi program tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi.

Konferensi pers APBN KiTa Edisi Januari 2026 digelar di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (8/1/2026). Acara ini dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Thomas Djiwandono, serta jajaran pejabat Eselon 1 Kemenkeu.

Ke depan, pemerintah akan terus melanjutkan langkah-langkah reformasi untuk meningkatkan kualitas APBN, baik dari sisi pendapatan, belanja, maupun pembiayaan, dengan prinsip collecting more, spending better, and efficient & sustainable financing.

Konferensi pers APBN KiTa Edisi Januari 2026 digelar di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (8/1/2026). Acara ini dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Thomas Djiwandono, serta jajaran pejabat Eselon 1 Kemenkeu.

APBN bersama mesin pertumbuhan ekonomi lainnya akan terus dioptimalkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.Β 

Konferensi pers APBN KiTa Edisi Januari 2026 digelar di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (8/1/2026). Acara ini dihadiri Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Thomas Djiwandono, serta jajaran pejabat Eselon 1 Kemenkeu.
Selain itu, APBN juga tetap berperan sebagai shock absorber guna melindungi daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas perekonomian.
APBN 2025 Dinilai Kuat, Defisit Tetap Aman
APBN 2025 Dinilai Kuat, Defisit Tetap Aman
APBN 2025 Dinilai Kuat, Defisit Tetap Aman
APBN 2025 Dinilai Kuat, Defisit Tetap Aman
APBN 2025 Dinilai Kuat, Defisit Tetap Aman
APBN 2025 Dinilai Kuat, Defisit Tetap Aman
APBN 2025 Dinilai Kuat, Defisit Tetap Aman
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads