Jakarta - Aktivitas jual beli di Pasar Warakas terlihat lebih sepi dari biasanya. Pedagang menilai melemahnya daya beli membuat transaksi ikut menurun.
Foto Bisnis
Pasar Warakas Sepi, Pedagang Keluhkan Daya Beli
Aktivitas jual beli di Pasar Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (23/6/2026), terlihat lebih lengang dibandingkan hari-hari biasanya. Lorong pasar yang umumnya ramai tampak sepi dengan pedagang menunggu pembeli di kios mereka. Β
Sejumlah pedagang mengaku jumlah pengunjung pasar menurun dalam beberapa bulan terakhir. Mereka menilai masyarakat kini lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang. Β
Melemahnya daya beli disebut menjadi salah satu penyebab utama berkurangnya transaksi di pasar tradisional. Banyak pembeli hanya melihat harga atau membeli kebutuhan dalam jumlah terbatas. Β
Kenaikan harga sejumlah bahan pokok turut memengaruhi aktivitas perdagangan. Beras, cabai, bawang, minyak goreng, dan telur yang harganya naik membuat konsumen menyesuaikan pengeluaran. Β
Pedagang sayuran mengaku omzet penjualan menurun karena pelanggan kini lebih selektif saat berbelanja. Pembelian dalam jumlah besar pun mulai jarang dilakukan. Β
Kondisi serupa dirasakan pedagang sembako yang melihat pelanggan mengurangi daftar belanja. Langkah itu dilakukan agar pengeluaran tetap sesuai kemampuan ekonomi keluarga. Β
Untuk mempertahankan pelanggan, pedagang berupaya menjaga kualitas barang dan menawarkan harga yang kompetitif. Namun, upaya tersebut dinilai belum mampu mengembalikan tingkat penjualan seperti sebelumnya. Β
Sepinya pasar juga terlihat dari berkurangnya aktivitas di area parkir dan koridor utama. Para pedagang berharap kondisi ekonomi membaik dan harga bahan pokok lebih stabil agar aktivitas jual beli kembali bergairah. Β











































