Begini Produksi Rumput Laut, Sudah Pernah Lihat?

Foto Bisnis

Begini Produksi Rumput Laut, Sudah Pernah Lihat?

Rafida Fauzia - detikFinance
Sabtu, 25 Jul 2026 16:00 WIB

Kalimantan Utara - Begini proses produksi rumput laut dari pascapanen hingga pengeringan. Petani masih mengandalkan sinar matahari untuk menjaga kualitas hasil.

Pekerja menjahit bibit rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii di Desa Liang Bunyu, Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (24/7/2026). Sejumlah petani menyatakan kondisi cuaca yang tidak menentu saat proses pascapanen berpotensi menyebabkan kerusakan produk rumput laut hingga 90 persen karena proses pengeringan masih tradisional yakni dengan mengandalkan sinar matahari. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/sgd

Pekerja menjemur rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii di Desa Liang Bunyu, Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Pekerja menjahit bibit rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii di Desa Liang Bunyu, Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (24/7/2026). Sejumlah petani menyatakan kondisi cuaca yang tidak menentu saat proses pascapanen berpotensi menyebabkan kerusakan produk rumput laut hingga 90 persen karena proses pengeringan masih tradisional yakni dengan mengandalkan sinar matahari. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/sgd

Proses pengeringan hasil panen masih dilakukan secara tradisional dengan mengandalkan sinar matahari. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Pekerja menjahit bibit rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii di Desa Liang Bunyu, Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (24/7/2026). Sejumlah petani menyatakan kondisi cuaca yang tidak menentu saat proses pascapanen berpotensi menyebabkan kerusakan produk rumput laut hingga 90 persen karena proses pengeringan masih tradisional yakni dengan mengandalkan sinar matahari. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/sgd

Petani mengaku cuaca yang tidak menentu selama proses pascapanen menjadi tantangan utama dalam menjaga kualitas rumput laut. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Pekerja menjahit bibit rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii di Desa Liang Bunyu, Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (24/7/2026). Sejumlah petani menyatakan kondisi cuaca yang tidak menentu saat proses pascapanen berpotensi menyebabkan kerusakan produk rumput laut hingga 90 persen karena proses pengeringan masih tradisional yakni dengan mengandalkan sinar matahari. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/sgd

Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kerusakan produk hingga 90 persen apabila pengeringan tidak berlangsung optimal. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Begini Produksi Rumput Laut, Sudah Pernah Lihat?
Begini Produksi Rumput Laut, Sudah Pernah Lihat?
Begini Produksi Rumput Laut, Sudah Pernah Lihat?
Begini Produksi Rumput Laut, Sudah Pernah Lihat?
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads