"Pasti akan ditingkatkan (keamanan). Kalau CCTV kan sudah ada. Mau ditambah apa, tergantung masing-masing," ungkap Ketua Harian Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Tutum Rahanta kepada detikFinance di Jakarta, Senin (13/12/2010).
Peningkatan keamanan dan kewaspadaan terjadi merupakan reaksi atas pembobolan mesin ATM BRI di dalam mini market Alfa, Bekasi. Namun Aprindo menilai, perampokan uang dalam mesin ATM bisa dilakukan di mana pun, tidak hanya di dalam minimarket.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelaku mungkin melihat, keamanan yang kendur, jadi lebih gampang. Yang (buka) 24 jam ada kejadian namanya rampok," tegas Tutum.
Seperti diketahui, ada 8 orang yang diduga membobol mesin ATM BRI yang ada di dalam minimarket Alfa. Ditengarai perseroan merencanakan aksi mereka dengan matang. Pelaku juga mengenal baik situasi minimarket tersebut dan posisi CCTV .
Kepolisian resor Bekasi Utara menyatakan, pelaku menjalankan akasinya sekitar pukul 01.00 WIB, dengan menggunakan 2 buah mobil. Setelah membongkar rolling door mini market, pelaku kemudian masuk dan membongkar ATM.
Pelaku juga sempat menyandera karyawan minimarket yang berjaga. Setelah menggondol mesin ATM yang ditengarai berisi uang Rp 150 juta, pelaku kemudian pergi dengan membawa sandera dan menurunkannya di tempat yang tidak jauh dari lokasi perampokan.
Manajeman BRI mengaku sistem pengamanan mesin ATM miliknya sudah sesuai standar dan optimal. Kasus pembobolan uang tunai Rp 150 juta di minimarket Alfa ini pun sudah diserahkan kepada pihak kepolisian.
(wep/qom)











































