Demikian disampaikan oleh Menteri Perindustrian MS. Hidayat dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (22/12/2010).
"Upaya-upaya yang telah dilakukan pemerintah pada tahun-tahun sebelumnya diharap bisa dorong pertumbuhan industri, demikian pula kecenderungan yang semakin membaik pada ekonomi nasional, regional, dan global, sasaran pertumbuhan industri 5,6-6,1%. Kebutuhan investasi industri pengolahan non migas di 2011 mencapai Rp 124,6 triliun," tutur Hidayat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah akan fokuskan di 6 kelompok industri prioritas, padat karya, kecil menengah, barang modal, berbasis SDA, pertumbuhan tinggi, prioritas khusus," ujar Hidayat.
Sementara hingga akhir 2010 ini, Hidayat mengatakan pertumbuhan industri akan menembus target yang telah ditetapkan sebesar 4,65%.
"Pertumbuhan industri sektor pengolahan non migas di 2010 menunjukkan peningkatan signifikan dibanding 2009 yang sebesar 1,54%. Dengan kecenderungan yang baik, di kuartal IV maka target pertumbuhan pengolahan non migas di 2010 melampaui target," cetus Hidayat.
Industri yang mengalami peningkatan tertinggi adalah dari alat angkut, mesin, dan peralatan sebesar 8,47%. Lalu industri pupuk, kimia, dan barang dari karet tumbuh 4,82%, industri barang lainnya 3,83%.
Kemudian cabang industri yang jadi penyumbang terbesar pertumbuhan industri nasional adalah makanan, minuman, dan tembakau 34,35%; industri alat angkut, mesin dan peralatan sebesar 28,13%; industri pupuk 12,44%; tekstil, barang kulit, dan alas kaki 8,81%; barang kayu dan hasil hutan 5,75%.
(dnl/qom)










































