"Para industri mulai deg-degan mendapatkan jaminan pasokan gas yang benar," kata Ketua Umum Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB) Achmad Safiun di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jumat (7/1/2011).
Ia mengatakan jaminan pasokan gas bagi industri terutama dari PGN dan pemerintah (BP Migas) akan menentukan pertumbuhan industri di 2011. Jika ini tidak terjamin maka imbasnya akan buruk yaitu sampai pada penutupan industri atau bahkan pelarian modal ke luar negeri yang berujung pada penambahan pengangguran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita mempertanyakan keputusan politik pemerintah. Ada data pada Mei 2010 ada 7 menteri untuk tak memotong 20% pasokan gas, faktanya ini tak terealisasi," tegas Widjaja.
Ia menambahkan kegusaran pelaku industri bukan tak beralasan karena PGN selaku pendistribusi gas ke industri sudah memberikan sinyal adanya kekurangan pasokan gas di 2011. Selain itu, sikap pemerintah hanya memberikan harapan tanpa adanya realisasi.
"Presiden kita banyak memberikan harapan, banyak wacana tapi tak ada realisasi," katanya.
Berdasarkan data Forum Industri Pengguna Gas Bumi 2011, para pelaku industri manufaktur (pengolahan) juga industri pupuk dan petrokimia membutuhkan pasokan gas secara kontinyu sebesar 2.767,32 MMSCFD, antara lain:
A. Industri Manufaktur total kebutuhan 1.520,74 MMSCFD
Industri keramik 130,65 MMSCFD. Industri Glassware 18,9 MMSCFD, glove (sarung tangan karet) 2,68 MMSCFD, kaca lembaran 60,31 MMSCFD, logam 964,82 MMSCFD, tekstil 20,38 MMSCFD, semen 5,05 MMSCFD, makanan dan minuman 26,08 MMSCFD, kertas 245,70 MMSCFD, karbit 26,27 MMSCFD, CPO 15,38 MMSCFD, pakan ternak 2,27 MMSCFD, MSG 1,21 MMSCFD, coklat 0,51 MMSCFD, sorbitol 0,11 MMSCFD, Zink Okside 0,11 MMSCFD, Gas Industri 0,31 MMSCFD.
B. Industri Pupuk dan Petrokimia total kebutuhan 1.246,58 MMSCFD
Industri pupuk kebutuhannya 807,20 MMSCFD, amoniak 120,5 MMSCFD, petrokimia 318,88 MMSCFD.
"Rata-rata dari kebutuhan itu, sebanyak 30% tak dipenuhi," katanya.
Menurutnya dengan realisasi suplai gas seperti tahun 2010 yaitu untuk industri manufaktur 584 MMSCFD masih jauh lebih rendah dari kontrak ideal 801 MMSCFD dan industri pupuk 600 MMSCFD kondisinya sudah lumayan baik. Namun jika tahun 2011 masih tetap pada angka yang sama maka industri dipastikan tak bisa tumbuh karena tak bisa menambah kapasitas.
Ia berharap tahun 2011 bisa ada komitmen suplai sebanyak 801 MMscfd namun yang bisa dijanjikan oleh pemerintah masih 538 MMSCFD atau masih dibawah dari realisasi pasokan gas 2010.
"Misalnya di industri keramik kita butuh 100 MMscfd, tapi dikasih 60 MMSCFD sudah Alhamdullilah," katanya.
Selama ini isu pasokan gas bumi bagi industri nasional selalu dikaitkan dengan komitmen ekspor gas Indonesia ke banyak negara sahabat.
Meskipun berdasarkan data ekspor gas Indonesia setiap tahunnya memang terus turun namun angkanya masih sangat besar yang diekspor jika yang dibutuhkan industri nasional yang tak seberapa.
Pada tahun 2009 ekspor gas bumi Indonesia mencapai 390.450,85 MMSCFD melalui tanker, sebanyak 219.485,26 MMSCFD melalui pipa. Tahun 2008 ekspor gas bumi melalui tanker sebesar 994.627 MMSCFD dan melalui pipa 234.964 MMSCFD.
(hen/dnl)











































