Investasi Industri Enceng Gondok RI di Mesir Terancam Batal

Investasi Industri Enceng Gondok RI di Mesir Terancam Batal

- detikFinance
Rabu, 09 Feb 2011 13:49 WIB
Jakarta - Investasi kalangan pengusaha Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) di Mesir pada sektor pengolahan enceng gondok terancam gagal. Hal ini menyusul terjadinya krisis politik yang sedang terjadi di negeri Firaun tersebut.

"Kemungkinan besar terhambat karena ada kebijakan baru dari Mesir," kata Ketua Umum Asmindo Ambar Tjahyono di acara konferensi pers di sebuah rumah makan di kawasan Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (9/2/2011).

Ambar menambahkan rencana investasi pengolahan eceng gendok dalam kerangka business to business (b to b) antara Asmindo dengan pengusaha Mesir. Namun meski menerapkan kerangka b to b, peran pemerintah Mesir juga berpartisipasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentu kita akan melihat efeknya, kita lakukan pembicaraan terus. Dengan situasi ini deadlock, kita tunggu situasi," katanya.

Sebelumnya Asmindo menjajaki pembangunan pabrik industri pengolahan (handycraft) enceng gondok di Mesir. Kerjasama ini menggandeng perusahaan lokal asal Mesir Baraka Group.

Pihak Indonesia telah menyiapkan investasi Rp 5 miliar, selebihnya dana investasi akan ditanggung oleh Baraka maupun pemerintah Mesir.

Latar belakang ketertarikan Mesir mau bekerjasama dengan Indonesia karena selama ini pihak pemerintah Mesir telah kewalahan menghadapi pertumbuhan enceng gondok yang jumlahnya sangat besar di Sungai Nil.

Pemerintah Mesir menghabiskan uang banyak untuk membersihkan enceng gondok di Sungai Nil. Sementara pihak Indonesia dianggap cukup menguasai bidang kerajinan.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads