Direktur Utama PLN Dahlan Iskan mengajak kalangan industri yang memerlukan gas untuk bersatu memecahkan masalah gas. Salah satu caranya membangun terminal LNG bersama antara PLN dengan pengusaha.
"Kami mengajak para pengusaha yang memerlukan gas untuk bergabung ke PLN. Mari kita bicarakan bagaimana agar kita, sesama usaha yang memerlukan gas, bisa memperoleh pasokan gas yang menjamin kelangsungan usaha kita bersama," ujar Dahlan dalam siaran persnya, Kamis (10/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah itu PLN akan mengundang mereka untuk berunding bagaimana cara mendapatkan gas itu dengan pendekatan bisnis. PLN sudah punya beberapa rencana, tapi kalau kalangan industri swasta bisa bergabung akan lebih kuat dan sukses," tutur Dahlan.
Menurut Dahlan, terminal LNG bisa dibangun sendiri di dekat pembangkit listrik Muara Tawar yang mengalami kekurangan gas sangat besar. Atau bisa membangun LNG mini di daerah-daerah yang memiliki sumber gas.
"PLN bersedia jadi lokomotif yang di depan karena keperluan gasnya memang yang paling besar. Kalangan industri swasta bisa memperkuat di belakangnya. Dengan demikian PLN bisa maju dan swasta ikut menikmati kemajuan PLN itu, baik melalui pasokan listriknya yang handal maupun lewat sinergi pengadaan gasnya," katanya.
Dalam kesempatan itu Dahlan menyampaikan soal tiga peranan PLN dalam mendorong ekonomi Indonesia. Pertama memberikan pasokan listrik yang cukup dan handal untuk kalangan industri. Kedua, lewat kemampuan pembelanjaan PLN yang puluhan triliun
"Industri pendukung listrik harus maju. Industri kabel, trafo distribusi, meteran, tower dan suku cadang akan berpotensi sangat maju bersama PLN," imbuhnya.
Peranan ketiga adalah sinerginya dengan PLN seperti dalam bersama-sama mengadakan gas, angkutan batubara, dan pemanfaatan kapasitas lebih di PLN. "Sebagai perusahaan yang anggaran belanjanya hampir Rp 200 triliun/tahun, PLN harus menyadari peranannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi bangsa itu," ujar Dahlan.
"Anggaran negara memang mencapai Rp 1.000 triliun, tapi yang bisa untuk menggerakkan ekonomi hanya sekitar Rp 400 triliun. Berarti PLN sudah setengahnya sendiri. Belum lagi peran fungsinya sebagai pemasok energi. Karena itu PLN akan menempatkan diri sebagai institusi bisnis yang perannya sangat besar dalam pengembangan pertumbuhan ekonomi bangsa," tutup Dahlan.
(dnl/qom)











































