Hal ini disampaikan oleh Presiden Direktur PT Shell Indonesia Darwin Silalahi usai bertemu dengan Menteri Perindustrian MS Hidayat di Jl. Gatot Soeboroto, Jumat (11/2/2011).
"Untuk ekspor terutama ke negara-negara yang ekonominya bertumbuh seperti China, Vietnam dan India," kata Darwin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Darwin mengilustrasikan, dari 100 negara dimana Shell beroperasi tidak semua negara mimiliki pabrik pelumas. Saat ini, hanya tidak kurang dari 30 negara yang memiliki pabrik pengolahan pelumas oleh Shell.
"Bagaimana pabrik pelumas di Indonesia untuk kompetitif memenuhi pasar regional. Negara-negara ASEAN berlomba-lomba memberikan insentif fiskal agar pabrik yang dibangun kompetitif di pasar ekspor," jelasnya.
Menanggapi soal pemberian insentif, Menteri Perindustrian MS Hidayat berjanji akan mengupayakan insentif terhadap rencana investasi Shell di Indonesia. Celah investasi yang bisa diberikan adalah keringanan PPh yang masuk dalam skema insentif dalam PP 62 Tahun 2009 mengenai investasi tertentu di wilayah tertentu.
"Saya menyatakan kemungkinan besar dia (Shell) akan mendapatkan fasilitas fiskal, tapi itu kementerian keuangan yang memutuskan. BKPM akan mengajukan resmi soal fasilitas PP 62, ditambah fasilitas BM DPT (bea masuk ditanggung pemerintah) itu akan diajukan," jelas Hidayat.
(hen/qom)











































