Menteri Perindustrian MS Hidayat mengakui sampai saat ini belum ada satupun terminal rotan yang dibangun. Pemerintah hanya baru membangunn dua terminal untuk kayu di Jawa Tengah dan Sulawesi Utara.
"Rencananya di 2 lokasi (terminal rotan), Cirebon dan Solo dibuat terminal rotan, sedang disusun rancangannya," kata MS Hidayat kepada detikFinance, Rabu (27/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sedang disusun (anggarannya) sepertinya cukup besar. Paling lambat tahun 2012," jelas Hidayat.
Pemerintah telah menyiapkan sebanyak 7 titik terminal kayu terpadu (TKT) akan dibangun termasuk diantaranya sudah dibangun di Jawa Tengah (Kendal) dan Sulawesi Utara. Lokasi lainnya di Pulau Jawa di proyeksikan di wilayah Gresik, wilayah Papua dan lain-lain.
Sebelumnya Menteri Perdagangan (Mendag) Mari Elka Pangestu menegaskan permasalahan rotan saat ini bukan terkait melarang atau memberikan izin ekspor rotan. Namun yang paling terpenting adalah kepastian suplai kepada perajin rotan di dalam negeri dengan membangun terminal rotan di sentra-sentra rotan.
Mari menyadari menghadapi persoalan rotan harus melalui solusi yang berimbang antara yang menggunakan bahan baku rotan di dalam negeri dan yang memproduksi rotan. Ia akan kembali mengundang Asmindo, pengusaha rotan dan pemerintah daerah.
"Jadi jawabannya, bagaimana kita membangun terminal rotan di tempat-tempat yang ada perajin, itu salah satu kemungkinan solusi. Kita sudah bicarakan terus menerus dengan menteri perindustrian agar ada solusi yang baik," katanya.
(hen/dnl)










































