"Jangan terlalu bermurah hati pada pesaing kita karena kita akan rugi sendiri," kata Mentri Perindustrian, M.S. Hidayat ketika membuka pameran produk industri makanan dan minuman di kantornya, Jakarta, Selasa (3/5/2011).
Hidayat berpesan agar Indonesia lebih ketat lagi terhadap barang impor yang masuk ke Indonesia. Salah satunya adalah penerapan label berbahasa Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait pertumbuhan industri makanan dan minuman dalam 5 tahun ke depan, ia yakin akan tumbuh rata-rata 8,4% per tahun. Pertumbuhan ini akan lebih besar dari pertumbuhan industri nasional yang ditargetkan rata-rata 6,7% per tahun.
"Dengan didukung adanya penambahan investasi dan pertumbuhan penduduk yang masih tinggi dan integrasi ASEAN," tuturnya.
Lebih Lanjut Hidayat menambahkan, perdagangan bebas antara China dan ASEAN akan membuka peluang menjualkan produk Indonesia ke tingkat Internasional.
"CAFTA akan memperbesar peluang penjualan produk-produk kita ke pasar Internasional," pungkasnya.
(ade/qom)











































