Demikian disampaikan Menteri perindustrian MS Hidayat, di sela-sela forum Overseas Private Investment Corporation (OPIC) tema 'Access to Opportunity in Southeast Asia' di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (4/5/2011).
"Dia (Suzuki) mulai akhir tahun, mulai membangun production base di Indonesia. Ada dua lokasi di Jawa Barat, tanahnya sudah dibeli," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah diajukan ke BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal), paling di atas 200 ribu," terangnya. Saat ini perseroan bersama BKPM sedang menghitung insentif yang dapat diberikan pemerintah demi memperlancar investasi baru tersebut.
"Mereka masih kutak-kutik soal insentif," tegas Hidayat.
Terkait penguatan nilai tukar rupiah saat ini, Hidayat mengingatkan pemerintah untuk menjaganya pada level ideal. Hal ini untuk menyeimbangkan kepentingan perdagangan impor ataupun ekspor.
"Saya anjurkan penguatan rupiah itu ada limitnya. Harus kita patok Rp 8.700-8.900/US$. Memang menguntungkan pemerintah impor ringan dan sabagainya. Tapi jangan lupa marjin ekspor akan berkurang. Itu kan takkan mengurangi," tuturnya.
(wep/dnl)











































