"Di Indonesia sendiri sudah ada beberapa merek Eropa. Tentu yang kita harapkan ada peningkatan investasi dan ekspansi termasuk banyak membuat komponen dan spareparts-nya di sini. Bukan hanya untuk pasar Indonesia, tapi untuk pasar ASEAN dan Asia," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu.
Hal itu disampaikan Mari saat menjelaskan tentang pertemuan The 1st ASEAN-UE Business Summit di area KTT ke-18 ASEAN di Jakarta Convention Center (JCC), Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (5/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin ini bisa kita bandingkan dengan merek Jepang. Mungkin mereka (Eropa) belum banyak menggunakan Indonesia sebagai regional production base untuk melayani kawasan ini. Ini mungkin sesuatu yang harus kita pahami masalahmu sebenarnya dalam meningkatkan investasi dan meningkatkan perdagangan?" ucap Mendag.
Menurut Mendag, produsen mobil Eropa memang melihat jumlah pemakai mobil mereka di negara tertentu sebelum memutuskan membangun pabrik spareparts di negara tersebut. Namun, jika permasalahannya adalah itu, pasar mobil Eropa di ASEAN sudah cukup besar.
Data tahun 2010 lalu menunjukkan, jumlah mobil Eropa di ASEAN mencapai 1,6 juta unit. Sementara, jumlah comercial vehicle asal Eropa di kawasan ini mencapai 900.599 unit.
"Jadi ini sangat menjanjikan. Apalagi ada peningkatan middle class di sini yang menjadi suatu ruang untuk membuat kerjasama," tutur Mari.
(irw/dnl)











































