Pemerintah Genjot Produksi Garam Made in Indramayu

Pemerintah Genjot Produksi Garam Made in Indramayu

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Senin, 27 Jun 2011 16:59 WIB
Pemerintah Genjot Produksi Garam Made in Indramayu
Jakarta -

Pemerintah berjanji akan mengurangi impor garam mulai tahun 2011. Penurunan impor garam ditargetkan dari 2,187 juta ton di 2010 menjadi 1,022 juta ton tahun ini.

"Penurunan impor garam secara bertahap dilakukan sebagai upaya KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) untuk merealisasikan target swasembada garam pada tahun 2014," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/6/2011).

Fadel mengatakan, program peningkatan produksi garam tertuang dalam Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) dengan anggaran sebesar Rp 90 miliar. Sebanyak Rp 76 miliar dalam bentuk Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) yang diperuntukan kepada 2.057 Kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR) dengan target dapat menjangkau 14.400 petambak garam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu sentra utama garam di Indonesia yang akan ditingkatkan produksinya adalah Indramayu. Lokasi ini merupakan titik potensial yang berkontribusi memacu produksi garam.

Di Indramaya terdapat lahan seluas 1.533 hektar sebagai lahan produksi garam yang akan dikelola 90 KUGAR dengan melibatkan 1.020 petambak garam. Sebanyak 24 ribu ton garam setidaknya akan dihasilkan dari kabupaten ini.

Hari ini Fadel berkunjung ke TPI Eretan Kulon berlanjut Loka Budidaya Garam di Desa Ilir Kecamatan Kandanghaur untuk menyampaikan BLM PUGAR sebesar Rp 5 milyar ke Kabupaten Indramayu. Juga dilakukan pertemuan dengan masyarakat pembudidaya garam serta meninjau proses pembuatan garam dan produksi garam masyarakat setempat

"Pemerintah akan melakukan program khusus untuk melakukan inventarisasi gudang seperti sistem resi gabah sehingga dapat bekerjasama dengan pihak perbankan untuk menjaga harga garam ditingkat pembudidaya disaat panen," katanya.

Program swasembada garam selama ini dilakukan melalui intensifikasi dan revitalisasi lahan produktif, peningkatan produksi dan kualitas garam, pemberdayaan petambak garam, inovasi teknologi produksi dan kualitas garam, ekstensifikasi usaha garam di luar jawa berskala industri, dan pembangunan fasilitas refinery.

Program PUGAR dilaksanakan di 40 kabupaten atu kota pada 10 propinsi yang memiliki tambak garam rakyat. Total lahan yang digunakan untuk memacu produksi garam melalui PUGAR adalah seluas 22.509,47 hektar.

Lokasi peningkatan produksi garam rakyat dibagi berdasarkan dua zona. Zona pertama mencakup 9 kabupaten atau kota seluas 15.033 ribu hektar sebagai sentra utama yaitu Indramayu, Cirebon, Pati, Rembang, Sampang, Sumenep, Pamekasan, Tuban dan Nagekeo. Zona kedua sebanyak 31 kabupaten atau kota seluas 7.476 ribu hektar sebagai sentra penyangga pelaksanaan pengembangan usaha garam rakyat.

(hen/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads