Menteri Perindustrian MS Hidayat menyampaikan dari pertumbuhan industri dari kayu pada triwulan II-2011, hanya kayu rotan saja yang mengalami penurunan.
Hal tersebut diungkapkan Hidayat ditemui di Gedung DPR-RI , Jakarta, Senin (18/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hidayat menyampaikan pihaknya akan melakukan kunjungan kerja ke sentra Industri Rotan di Cirebon esok hari, Selasa (19/7/2011).
"Produksi rotan memang pertumbuhannya belum normal kembali," akunya.
Alasan turunnya produksi rotan tersebut juga diakibatkan karena kalah bersaing dari produk global. "Maka itu saya mau tingkatkan produktivitasnya. Besok saya mau temui mereka," tukas Hidayat.
Sementara itu, terkait pertumbuhan sektor perindustrian, dirinya memperkirakan akan adanya pertumbuhan menjadi 5,6% pada triwulan II dari triwulan I yang mencapai 5,5%.
"Tanggal 5 Agustus 2011 nanti mau diumumkan BPS (Badan Pusat Statistik). Kalau dia bisa sentuh 6% saya kira sudah bagus. Karena selama ini masih ada masalah dengan infrastruktur pasokan energi," ungkapnya.
Dikatakan Hidayat, jika sektor industri mendapat dukungan infrastruktur dan pasokan energi (gas) yang memadai, maka pertumbuhan itu dapat tumbuh maksimal lagi.
"Semester pertama kan sudah 5,5%. Sekarang sudah mulai sentuh 6%. Itu juga dari industri manufaktur non migas," jelas Hidayat.
Saat ini industri non migas sedang tumbuh dengan tinggi-tingginya. Saat ini pun juga sedang banyak yang merealisasikan proyek-proyek yang ada. "Jadi banyak segi investment yang beri pertumbuhan. Banyak yang sekarang sedang direalisasi," ujar Hidayat.
(nrs/hen)











































