Menurut Menteri Perindustrian MS Hidayat, tantangan pertama industri batik adalah mandeknya regenerasi pembatik yang ada di Indonesia. Untuk itu ada pekerjaan rumah bagi industri yaitu menarik minat pemuda untuk berkecimpungan di perbatikan Indonesia.
"Pertama, para pengrajin batik mesti melakukan regenerasi karena kebanyakan sudah mulai tua-tua. Kita mesti menarik minat yang muda-muda. Itu kami sedang lakukan bersama yayasan kami," jelas Hidayat di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (2/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahan baku pendukung itu sering hilang, dan kualitas yang baik itu banyak diekspor. Saya sedang bicara dulu sebelum mereka ekspor. Itu menyangkut perundingan mengenai harga," papar Hidayat.
Tantangan terakhir adalah kualitas pendidikan pengrajin batik tulis. Penting adanya peningkatan kualitas pendidikan agar memberi kepastian masa depan dari industri batik nasional.
"Saya akan bekerja sama dengan kementerian pendidikan adar di seluruh sentra industri itu secara kontinu kita selenggarakan pendidikan," kata Hidayat.
(wep/hen)











































