Demikian disampaikannya saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (11/8) malam.
"Kita produksi ini untuk peace proses, untuk perdamaian menjaga keseimbangan. Black market diusahakan untuk di-zero kan," ujarnya ketika disinggung apakah Pindad akan menjual senjata pabrikannya kepada Georgia yang tengah konflik dengan Rusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak juga. Misalnya Malaysia, mereka sudah membeli pada kita senjata SS-2, panser bisa dibeli kalau tidak salah sedang runding dengan 1-2 negara ASEAN. Untuk misi damai di Libanon juga telah membeli panser 6x6 jenis Anoa. Yang seperti inilah kita akan perluas pasarnya," ujarnya.
Saat ini, Mustafa menyatakan pemerintah akan memperkuat tata kelola dan manajemen PT Pindad agar kinerja perusahaan produsen senjata api ini kian membaik.
"Dari segi itu saya optimis bahwa alutsista, keberpihakan pada produksi dalam negeri ini luar biasa. Oleh karenanya industri strategis ini sedang kita perkuat governance atau management-nya untuk mengimbangi kesempatan yang diberikan untuk alutsista dalam negeri. Jadi Pindad, Dirgantara, PT PAL itu sangat kita utamakan masuk ke situ," tandasnya.
(nia/hen)











































