Penjualan Tekstil Naik 50%, Dibanjiri Barang Impor

Penjualan Tekstil Naik 50%, Dibanjiri Barang Impor

- detikFinance
Senin, 22 Agu 2011 11:08 WIB
Penjualan Tekstil Naik 50%, Dibanjiri Barang Impor
Jakarta - Seperti biasanya menjelang Lebaran permintaan tekstil dan garmen (pakaian jadi) mengalami kenaikan. Selama 2011 ini terjadi kenaikan permintaan tekstil dan garmen di dalam negeri mencapai 50%.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mengatakan kenaikan itu berdasarkan jumlah nilai bukan pada volume penjualan. Hal ini karena bahan-bahan tekstil telah mengalami kenaikan karena terdorong harga kapas.

"Penjualan naik di tingkat pengecer dan grosir dibandingkan tahun lalu 50%, mungkin karena secara nilai meningkat harga kain meningkat karena harganya naik kalau volume belum tentu. Nilainya bisa sampai Rp 10 trilun selama 6 bulan terakhir," katanya kepada detikFinance, Senin (22/8/2011)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun Ade menyayangkan kenaikan itu justru tak dinikmati sepenuhnya oleh produksi dalam negeri. Tekstil dan garmen impor justru banyak membanjiri pasar dalam negeri. Ade menuturkan beberapa produk garmen yang cukup tinggi masuk ke pasar dalam negeri adalah produk China, Thailand, Vietnam, dan Malaysia.

"Kami sayangkan penjualan didominasi barang impor, kenaikannya 39% menjelang Lebaran barang impornya lebih banyak," katanya

Ia menegaskan fenomena ini cukup mencolok pada tahun ini karena terjadinya perdaganga bebas ASEAN dan China. Beberapa jenis pakaian jadi dan kain yang diimpor antaralain kain-kain untuk jilbab, baju koko, pakaian wanita, pakaian dalam dan lain-lain.

"Kita harus meningkatkan daya saing injurinya terlalu besar, kita minta pengekspor untuk mengurangi ekspornya (tekstil). Kedepannya juga kita harus memikirkan pakaian jadi apa yang banyak diimpor, untuk dikenakan safeguard (tindakan pengamanan perdagangan)," katanya.
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads