Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mengatakan kenaikan itu berdasarkan jumlah nilai bukan pada volume penjualan. Hal ini karena bahan-bahan tekstil telah mengalami kenaikan karena terdorong harga kapas.
"Penjualan naik di tingkat pengecer dan grosir dibandingkan tahun lalu 50%, mungkin karena secara nilai meningkat harga kain meningkat karena harganya naik kalau volume belum tentu. Nilainya bisa sampai Rp 10 trilun selama 6 bulan terakhir," katanya kepada detikFinance, Senin (22/8/2011)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sayangkan penjualan didominasi barang impor, kenaikannya 39% menjelang Lebaran barang impornya lebih banyak," katanya
Ia menegaskan fenomena ini cukup mencolok pada tahun ini karena terjadinya perdaganga bebas ASEAN dan China. Beberapa jenis pakaian jadi dan kain yang diimpor antaralain kain-kain untuk jilbab, baju koko, pakaian wanita, pakaian dalam dan lain-lain.
"Kita harus meningkatkan daya saing injurinya terlalu besar, kita minta pengekspor untuk mengurangi ekspornya (tekstil). Kedepannya juga kita harus memikirkan pakaian jadi apa yang banyak diimpor, untuk dikenakan safeguard (tindakan pengamanan perdagangan)," katanya.
(hen/dnl)











































