Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (Aspadin) Hendro Baroeno menjelaskan spekulasi harga kerap terjadi ketika pasokan air minum berkurang. Ia mengatakan beberapa bulan ini pasca kebijakan pembatasan truk masuk tol dalam kota, distribusi produk AMDK sudah terganggu.
Ia memperkirakan dengan dibatasinya angkutan truk pengangkut AMDK maksimal 2 sumbu menjelang lebaran, kekurangan pasokan air minum kemasan tak bisa dihindari. Menurutnya, gangguan distribusi sudah terjadi semenjak pembatasan angkutan truk di tol dalam kota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hendro mengakui berdasarkan pengalaman 3 tahun lalu konsumen banyak yang komplain terhadap fenomena spekulasi tersebut. Bahkan pada waktu itu karena adanya kelangkaan AMDK di pasar Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta tanggung jawab kepada produsen AMDK soa kelangkaan tersebut.
Di 2009 dan 2010 lalu memang truk yang mengangkut distribusi AMDK bebas beroperasi saat lebaran dan sesudahnya namun tahun ini dibatasi jenis angkutan yang membawanya hanya maksimal 2 sumbu.
"Perlu adanya SKB (surat keputusan bersama) dua menteri antara menteri perdagangan dengan menteri perhubungan, bahwa air minum masuk dalam katagori pangan, seharusnya seperti itu," katanya.
Dengan demikian, lanjut Hendro, setiap Lebaran diharapkan ketika ada pembatasan angkutan truk berat, distribusi AMDK tak mengalami gangguan karena dapat beroperasi tanpa ada pembatasan maupun pelarangan.
(hen/dnl)











































