Demikian disampaikan Menteri Perindustrian MS Hidayat ketika jumpa wartawan di kantornya, Jalan Gatot Soebroto, Jumat (26/8/2011).
"Kami ingin kurangin ketergantungan impor garam industri. Insya Allah PT Cheetam Salt akan joint dengan pemda NTT utk melakukan investasi industri garam di atas lahan 1.050 ha dimana 700 ha sudah didapat kerja sama pemda dengan Cheetam. Sisanya baru dirundingkan dengan Kementerian PU," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Investasi pembangunan kuartal pertama 2012 mencapai US$ 21 juta dan US$ 4 juta untuk pembangunan pelabuhan. Mereka akan bekerjasama dengan petani melalui pembentukan skim inti plasma dengan melibatkan 800 petani," ujarnya.
Hidayat meminta, hal yang sama seperti ini dilakukan oleh PT Garam di Teluk Kupang untuk melakukan investasti pada tahun 2013. "Tahun depan PT Garam kami minta intuk melakukan investasi yang sama di Kupang," kata Hidayat.
Dengan semakin banyaknya pembukaan lahan produksi garam, Hidayat menilai, Indonesia akan semakin terlepas dari ketergantungan garam untuk industri. Targetnya pada tahun 2014 nanti, Indonesia sudah mampu memenuhi 50% produksi garam industri.
"Kalau tahun 2014 belum bisa swasembada, paling tidak sudah lebih dari 50% sudah bisa dari dalam negeri," pungkasnya
(ade/hen)











































