"Investornya saja yang datang ke mari, misalnya dari India, datang ke sini, dia belajarin di sini, investasi di sini, dari pada kita impor terus," kata Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi Kementerian Kelautan dan Perikanan Yulistyo Mudho di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/9/2011).
Ia menegaskan pemerintah saat ini sudah resmi menutup rapat-rapat keran impor garam karena sudah masuk periode panen raya garam. Mengenai peluang impor garam konsumsi tahun depan, pemerintah masih fokus meningkatkan produksi garam petani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya dengan masuknya musim kemarau saat ini produksi garam lokal terus meningkat. Pemerintah optimistis target produksi 1,3-1,4 juta ton bisa terlampaui.
"Ada kelebihan 400 ribu (ton) kan di data perdagangan, kita produksi 1,1 (juta ton) sekarang baru 200-an (ribu ton), ini lagi musim kering nanti naik lagi," tegasnya.
Seperti diketahui setidaknya ada 40.000 ton garam impor asal India kepergok masuk ke Indonesia. Garam-garam itu menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan masuk telah melampaui batas izin masuk yaitu periode panen raya garam.
Bahkan menurut laporan yang diterima Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad hari ini ada temuan 17.000 ton garam impor di Pamekasan, Madura.
(hen/dnl)











































