Hal ini disampaikan oleh Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh terkait penyampaiannya dalam forum APEC yang berakhir Rabu 14 September 2011 lalu di San Fransisco, AS.
"Indonesia mengajak agar anggota APEC, khsusnya yang maju industri otomotifnya, lebih memfokuskan kerjasama transportasi massal dan memperlambat atau membatasi peningkatan pemasaran dan produksi otomotifnya di Indonesia," kata Darwin dalam pesan singkatnya yang dikutip, Senin (19/9/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertemuan APEC tersebut, dikatakan Darwin, agenda difokuskan untuk menyoroti sektor energi dan trasportasi yang berkaitan dengan perubahan iklim yang terjadi di dunia.
Karena itu isu-isu pokok untuk mempercepat hadirnya sumber energi terbarukan, pengembangan teknologi transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan serta isu subsidi BBM sangat mendapat perhatian. Konferensi ini dihadiri delegasi 21 negara Asia-Pasifik dan kalangan usahawan bidang otomotif seperti Jepang dan AS.
"Mengingat anggota APEC sangat berbeda-beda latar belakang dn kondisi sosial-ekonominya, maka kerjasama peningkatan teknologi dan efisiensi antar negara APEC menjadi efektif bila telah dicapai taraf yang relatif sama (level playing field) untuk aspek tertentu khususnya tranportasi," kata Darwin.
Kemudian menurutnya perlu kerjasama antar negara APEC yang secara khusus mempercepat hadirnya transportasi massal di negara-negara APEC yang berpenduduk besar dan pendapatan masyarakatnya meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonominya yang tinggi.
Tanpa adanya kerjasama yang cepat untuk penyediaan transportasi massal yang baik, maka kendaraan pribadi makin marak dan bakal mendorong makin besarnya penggunaan BBM subsidi.
"Pertemuan pemimpin-pemimpin negara G20 di Pittsburg beberapa tahun lalu menggarisbawahi bahwa ketergantungan pada BBM dan besarnya subsidi BBM cenderung semakin mengendalai tumbuhnya sumber-sumbe energi terbarukan, dan juga berdampak negatif pada climate change serta membatasi ruang gerak negara meningkatkan keadilan energi," tukas Darwin.
Dalam pertemuan APEC itu, Darwin juga melakukan pertemuan secara bilateral dengan Menteri Energi AS dan Menteri Energi New Zealand. Pembicaraan ditekankan pada kerjasama lebih jauh untuk proyek-proyek listrik geothermal, termasuk meningkatkan capacity building untuk pegawai-pegawai dan SDM di tingkat pemerintahan pusat maupun daerah.
Sebelumnya Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, Indonesia akan dijadikan industri dengan basis produksi otomotif di kawasan Asia Pasifik ke depannya. Maka itu dirinya menegaskan, tidak perlu ada pembatasan terhadap sektor otomotif di Indonesia yang selama ini terus tumbuh.
"Memang perlu ada pembahasan tertentu, seperti misalnya pengguna kendaraan bermotor. Ada pemikiran seperti itu, tapi kita tidak perlu membatasi pertumbuhan sektor otomotif. Kita ada industri Toyota yang siap jadi basis ekspor. Maka itu, kita tidak ingin batasi pertumbuhan otomotif kita," terang Hatta beberapa waktu lalu.
(dnl/hen)











































