Pengusaha Resah Penipuan dan Pencurian Pulsa Ganggu Industri

Pengusaha Resah Penipuan dan Pencurian Pulsa Ganggu Industri

- detikFinance
Senin, 10 Okt 2011 12:40 WIB
Pengusaha Resah Penipuan dan Pencurian Pulsa Ganggu Industri
Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) khawatir kasus-kasus penipuan dan pencurian pulsa dengan SMS dapat menggangu perkembangan industri kreatif aplikasi dan konten.

Kadin menganggap penipuan dan pencurian pulsa itu murni dilakukan oleh oknum yang tak bertanggung jawab, namun imbasnya akan mematikan pelaku industri resmi.

"Kadin dengan IMOCA (Indonesian Mobile and Online Content Association) dan ATSI (Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia) bekerjasama untuk merumuskan solusi dalam menjawab polemik ini demi melindungi konsumen dan menjaga kelangsungan hidup industri konten dan aplikasi," kata Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/10/2011)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kadin berharap ramainya isu pencurian pulsa belangan ini jangan sampai merugikan sektor ini. Setidaknya Kadin membuat tiga katagori soal masalah pulsa lewat SMS yaitu SMS 'Mama Minta Pulsa' yang merupakan tak terkait penyelenggaran konten, ini jelas-jelas penipuan.

Kedua adalah SMS Kredit Tanpa Agunan, konten SMS semacam ini memang dikirim dari pihak yang tidak terkait dengan penyelenggara telekomunikasi dan konten, namun ini masih dianggap menurut ATSI bukanlah penipuan.

Ketiga adalah kategori SMS premium yang merupakan kerjasama antara penyelenggara telekomunikasi dan konten. Layanan ini terikat dengan perjanjian kerjasama kedua belah pihak. Ditegaskan tidak ada kebijakan untuk mengambil pulsa dengan cara menipu atau mencuri.

Meskipun pihak ATSI dan IMOCA mengaku ada keluhan masyarakat terkait keluhan tak merasa mendaftar masuk dalam SMS premium namun mereka mengikuti instruksi masuk dalam SMS premium yang secara langsung akan memangkas pulsa pengguna.

"Untuk menyikapi hal ini ATSI dan IMOCA menyadari dan setuju untuk meningkatkan upaya sosialisasi dan edukasi kepada pelanggan secara terus menerus agar pelanggan tidak merasa terjebak," kata Ketua Komite Tetap Kadin Bidang Pendukung Aplikasi dan Konten Yusuf K. Hasnoputro.
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads