Saat ini data produksi garam konsumsi (petani) 2011 masih simpang siur, pihak pemerintah melalui kementerian kelautan dan perikanan menyatakan produksi sudah mencapai 1,5 juta ton atau melewati target 1,4 juta ton. Sementara itu produsen garam seperti PT Garam menyatakan produksi garam hanya 60% dari target.
"Saya sudah ketemu Pak Gita (menteri perdagangan), saya bilang jangan mau dibohongin oleh importir-importir itu. Pak Gita bilang nggak akan kasih izin (impor tambahan)," kata Fadel kepada detikFinance, Jumat (25/11/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya yakin, saya berkeras terjadi kenaikan produksi tahun ini, saya minta impor garam ditahan," katanya.
Menurutnya soal data produksi yang dihembuskan produksi garam tak mencapai target bertujuan agar para petani garam tak semangat memproduksi garam lagi. Hal ini perparah dengan mulai masuknya musim penghujan.
"Importir itu kan inginnya hanya impor dan impor saja," katanya.
Seperti diketahui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan produksi garam hingga 8 November 2011 sudah mencapai 1,5 juta ton. Angka ini sudah di atas target tahun ini yang hanya 1,4 juta ton.
Angka ini memang jauh berbeda dari yang disampaikan oleh Direktur Utama PT Garam Slamet Untung Irredenta yang mengatakan produksi garam hanya terealisasi 60% dengan jumlah 800.000 ton. PT Garam sudah menghentikan produksi garam sejak 15 hari lalu karena curah hujan tinggi.
Selama ini ada 8 importir produsen garam yang ada di Indonesia, antara lain:
- PT Garam
- PT Garindo
- PT Sumatraco
- PT Susanti
- PT Budiono
- PT Elitester
- PT Ekasari
- PT Cheetam
(hen/dnl)











































