Duh! 3.000 Karyawan Pengolahan Udang Terancam PHK

Duh! 3.000 Karyawan Pengolahan Udang Terancam PHK

- detikFinance
Kamis, 05 Jan 2012 17:35 WIB
Duh! 3.000 Karyawan Pengolahan Udang Terancam PHK
Jakarta - Sebanyak 3.000 karyawan dari tiga pabrik pengolahan udang terancam terkena PHK. Produksi udang yang menurun membuat tenaga para karyawan ini tidak dibutuhkan lagi.

Demikian disampaikan oleh Ketua Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Indonesia (AP5I) Thomas Darmawan, dalam acara Roundtable Kelautan dan Perikanan di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (05/01/2012)

"Ada sekitar 3.000 orang yang untuk sementara mesti kita rumahkan, semuanya berasal dari 3 pabrik yang berhenti beroperasi pada tahun 2011 lalu. Ada di Malang, terus Makassar, dan Pandaan (Surabaya), tapi sekarang produksi sejak 2011 kan sudah mulai naik, ya kita berharap 2012 itu bisa berproduksi kembali," katanya

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Thomas, 3 pabrik pengolahan udang berhenti beroperasi karena produksi udang sejak 2008 turun. Kapasitas terpasang industri pengolahan udang ini adalah sebesar 565 ribu ton, sedangkan produksi udang tahun ini yang diolah oleh industri adalah 200-250 ribu ton.

"Khususnya untuk vaname (udang yang diolah untuk ekspor), selama ini tidak ada impor, jadi kapasitas itu sangat tergantung produksi dalam negeri, sehingga kami mendorong KKP maupun petambak supaya mereka meningkatkan produksi. Karena kalau produksinya turun, industrinya setengah mati," katanya

Menurut informasi yang diterima oleh Thomas, pabrik yang berada di Malang sudah mulai beroperasi kembali sedangkan yang di Pandaan masih dalam pembicaraan dengan pihak perbankan.

"Yang di Pandaan menyatakan diri pailit, jadi masih pembicaraan dengan pihak perbankan. Kalau yang di Makassar saya belum tahu perkembangannya, tetapi memang terjadi kesulitan namun belum sampai pailit," ujarnya

Thomas mengatakan pabrik-pabrik ini berhenti beroperasi karena memang pasokan yang berkurang. "Kalau pasokan kembali, mereka bisa recovery, harapan kita pertengahan 2012," tukasnya.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads