Pengusaha Ngeles Soal Temuan Ikan Impor China di Indramayu

Pengusaha Ngeles Soal Temuan Ikan Impor China di Indramayu

- detikFinance
Selasa, 10 Jan 2012 14:50 WIB
Pengusaha Ngeles Soal Temuan Ikan Impor China di Indramayu
Jakarta - Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) meragukan temuan 17 ton ikan yang diduga impor dari China. Ikan itu ditemukan di Gudang pendingin milik Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat yang berada di Desa Karangsong Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu.

"Pasalnya saat ini sering ditemukan pengusaha menggunakan kardus bekas ikan impor China, digunakan lagi untuk mengisi ikan-ikan tangkapan dalam negeri," ujar Ketua AP5I Thomas Dharmawan, ditemui di di Hotel Grand Hyatt, Selasa (10/1/2012).

Menurutnya ikan tersebut sejatinya memang asalnya dari lokal, hanya bungkusnya saja dari China. "Kan banyak yang bagus tuh kardus-kardusnya, jadi sayang juga kalau dibuang kalau masih bisa dipakai lagi, ya contohnya kardus buah apel yang banyak dipakai pedagang buah dan diisi buah lokal lain," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kalau kondisinya seperti itu, tentu akan sulit mengetahui ikan-ikan beku tersebut dari China atau Indonesia. "Apalagi kalau sudah di dalam negeri. Kita seharusnya tidak perlu lagi itu ikan dari mana asalnya, habis waktu kita hanya untuk itu saja," katanya.

Menurut Thomas, yang harus dilakukan saat ini adalah bagaimana memaksimalkan gudang pendingin (cold storage) di seluruh wilayah yang memiliki potensi perikanan.

"Karena panen ikan tongkol, ikan layang, dan ikan kemuruh tidak seperti tahun 1996, dimana panennya bisa selama 6 bulan, saat ini hanya sebulan sekali. Jadi saat saat panen, ikan bisa disimpan di cold storage, jadi saat tidak musim, stok yang ada di cold storage bisa dimanfaatkan, tanpa kita kebingungan stok dari mana, sehingga impor ikan pun bisa diminimalkan," jelasnya.

Sebanyak 17 ton ikan impor asal China ditimbun di gudang pendingin milik Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat yang berada di Desa Karangsong Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Data di lapangan menyebutkan, ikan-ikan asal China itu sudah berada di gudang sejak November 2011 lalu. Petugas enggan menyebutkan pemilik yang menitipkan ikan itu. "Akan kita cari tahu siapa pemiliknya," kata Alimin, salah satu petugas.

"Kita ambil sampel ikan-ikan ini, apakah terbebas dari bahan pengawet atau tidak," tambah Alimin. Sampel tersebut, lanjut Alimin, akan dibawa ke labolatorium.

Ikan-ikan asal China ini terdiri dari 3 jenis yaitu ikan tongkol, ikan layang, dan ikan kemuruh. Petugas juga mengaku akan menelusuri legalitas ikan-ikan dari China yang masuk ke wilayah Indramayu tersebut. Sementara itu, koordinator gudang menyatakan siapa pun berhak menyewa gudang pendingin ini.

(hen/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads